Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:26wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tuding 3 Orang Ini Lakukan Konspirasi Terkait Bom Makassar dan Teror Mabes Polri, AA: Kok Kalian Panik ya?

Senin, 05-April-2021 09:10

Ade Armando
Foto : Saifulmujani.com
Ade Armando
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menyebutkan tiga orang yakni Arie Untung, Munarman, dan Refly Harun beberapa waktu terakhir membangun frame bahwa bom Makassar dan teror di Mabes Polri adalah rekayasa.

“Ari Untung, Munarman, Refli Harun dkk terus berusaha membuat publik curiga bahwa ada konspirasi di belakang aksi teror Makasar dan Mabes POLRI,” kata Ade Armando, Senin (5/4/21). 

“Kok kalian terkesan panik ya?” imbuh Ade.

Ade Armando juga mengunggah tautan video channel TV Cokro.

“Saat ini bermunculan orang-orang yang berusaha membangun frame bahwa aksi teror di Mabes POLRI dan sebelumnya di Makassar adalah hasil rekayasa. Bagaimana tanggapan Ade Armando soal ini? Selengkapnya di Logika Ade Armando hanya di Cokro TV,” demikian ilustrasi isi channel tersebut. 

Sebelumnya diberitakan Arie Untung tanggapi video penembakan polisi kepada pelaku ZA (Zakiah Aini) yang menerobos masuk ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) sekitar pukul 16.03 WIB, Rabu sore, 31 Maret 2021. 

Suami Fenita Arie tersebut mengungkapkan pendapatnya lewat unggahan Imam Besar New York, Shamsi Ali belum lama ini.

Aktor 45 tahun itu merasa heran lantaran kamera CCTV di Mabes Polri sudah merekam sebelum aksi tembak menembak antara aparat dengan teroris itu.

“Kameranya bukan CCTV mungkin lagi iseng atau indigo ngeshoot lahan parkir eh gataunya ada kejadian tak terduga kok bisa pas record sebelum ada baku tembak,” ungkap Arie Untung. 

Tanggapan Munarman Terkait Teroris

Sementara sebelumnya secara terpisah diberitakan, Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengaku tak mengenal belasan eks anggota FPI berstatus terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang mengaku sempat berbaiat kepada kelompok teroris Negara Islam dan Suriah (ISIS).

Polisi sudah menyebut belasan teroris jaringan JAD merupakan anggota ormas terlarang, Front Pembela Islam (FPI) Makassar.

"Enggak kenal saya," kata Munarman dalam keterangannya, Kamis (4/2/21).

Munarman tak banyak komentar terkait hal tersebut. Ia pun tak menjawab perihal dugaan kehadirannya saat kegiatan baiat ratusan simpatisan dan laskar FPI di markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto kepada ISIS.

Diketahui, seorang terduga teroris mengaku bila kegiatan baiat itu turut dihadiri oleh pengurus FPI termasuk Munarman.

Senada, eks Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar mengklaim tak mengetahui perihal adanya anggota FPI yang diduga teroris terafiliasi JAD berbaiat kepada ISIS tersebut.

"Kami tidak tahu," kata Aziz singkat.

Polisi sudah mengatakan belasan terduga teroris jaringan JAD yang ditangkap di Makassar merupakan anggota aktif di organisasi terlarang FPI. Hal itu terungkap selama polisi melakukan proses pemeriksaan terhadap tersangka teroris yang dilakukan di wilayah Sulsel.

Mantan Sekretaris FPI Sulawesi Selatan (Sulsel), Agus Salim Syam membantah bila bekas markas FPI di Jalan Sungai Limboto dijadikan tempat berbaiat kepada ISIS.

"Tidak pernah ada Baiat di bekas Markas Daerah Laskar FPI Sulawesi Selatan yang saat itu di Sungai Limboto," kata Agus.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto