Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:26wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Soal Konsep Wisata Halal di Bali, DS: Masak Ide Kayak Gini Harus Ganti Tiga Menteri

Senin, 28-December-2020 14:42

Pegiat Media Sosial Denny Siregar.
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Denny Siregar.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja (kunker) perdana ke Bali. Kunjungan tersebut untuk membahas soal wisata halal dan religi.

Meski demikian Sandiaga mengatakan akan melakukan pembahasan wisata halal terlebih dahulu dengan pihak terkait.

Terkait rencana Menparekraf, Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar mengatakan, jika ingin menunjukkan tempat halal untuk kuliner atau tempat ibadah tak harus menggunakan konsep wisata halal, cukup aplikasi.

"Kalau cuman mau nunjukin tempat2 halal utk kuliner atau tempat ibadah buat turis Timteng di Bali misalnya, ngapain pake konsep wisata halal segala?" kata Denny Siregar dalam akun Twitternya, @Dennysiregar7.

"Buat aja aplikasi utk tunjukin dimana kuliner halal dan tempat ibadah. Masak ide ginian aja harus ganti 3 Menteri Pariwisata?" tulisnya lagi.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku dititipi tugas mengembangkan pariwisaya halal oleh Presiden Jokowi. Sandi bilang pengembangan wisata halal dan religi bisa menggairahkan kembali pariwisata Indonesia.

Namun, Pernyataan Sandi itu menuai kritik, salah satunya Ketua Bidang UMKM Partai NasDem Niluh Djelantik. Niluh menyatakan penolakan terhadap rencana itu diterapkan di Bali.

"Pokoknya ingat pesan kami. Tidak perlu utak-atik Bali, NTT, Toba, Toraja, dan daerah-daerah lain yang sudah puluhan tahun menjadi magnet pariwisata Indonesia dengan karakter dan budayanya," kata Niluh dalam laman Facebook resminya, Minggu (27/12/2020).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani