Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:11wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Kongres HMI Ricuh, Peserta Mengamuk Pecahkan Kaca Gedung, YW: Yaelah, Malu Sama Anak2 yang dah pada Bikin Start Up

Rabu, 24-Maret-2021 11:31

Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya
Foto : Twitter
Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM.- Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengomentari Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ricuh.

Pria yang biasa disapa Toto ini mengatakan kejadian itu tidak harus terjadi, seharusny mereka malu dengan anak muda yang telah mempunyai usaha star up.

"Yaelah gini masih aja, malu sama anak2 yang dah pada bikin start up...," tulis Yunarto di akun Twitternya, Rabu (24/3/2021).

Cuitan Yunarto pun direspon berbagai komentar pro dan kontrar oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Rabu (24/3/2021).

@Z_Martco: Berpolitik dan berorganisasi salah satu cara untuk mendapatkan "pemasukan"

@flinus23: budaya 'memaksakan kehendak tumbuh subur dinegri ini, bahkan tjd dipengadilan. @jokowi @fadjroeL @mohmahfudmd@MHSyahrir: Ricuh karena faktor puas dan tidak puas dan "rebutan" soal jabatan.

@Toejoehkeliling: Para psychopath kalau berkumpul ujung2 nya akan seperti itu...

@BAMBANGNURMAYA2: Ya..ya...ya... sungguh memalukan,smg ajalah kedepannya pd berubah...

@Agamkupie: apa mereka akan jadi next JK, Anies, sofyan, bahlil dll?

Situasi Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dilaporkan ricuh. Sejumlah peserta kongres mengamuk. Akibatnya pintu kaca Gedung Islamic Center, Surabaya, pecah.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur Yogi Pratama. Ia menyebut itu tak terima lantaran usulannya tak disepakati oleh mayoritas peserta kongres.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati