Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:12wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Konflik di Yaman dan Sejumlah Isu Ini Picu Harga Minyak Melonjak 

Senin, 15-Februari-2021 09:30

Pengeboran minyak bumi.
Foto : pixabay
Pengeboran minyak bumi.
10

TOKYO, NETRALNEWS.COM - Harga minyak naik ke tertinggi dalam lebih dari setahun di Asia, Senin pagi, setelah koalisi pimpinan Saudi yang bertempur di Yaman mengatakan pihaknya mencegat pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak yang ditembakkan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran, meningkatkan kekhawatiran terbaru ketegangan di Timur Tengah.

Harapan untuk lebih banyak stimulus AS dan pelonggaran karantina virus corona membantu mendukung reli, setelah harga naik sekitar 5,0 persen minggu lalu.

Minyak mentah berjangka Brent naik 66 sen atau 1,1 persen menjadi 63,09 dolar AS per barel pada 00.04 GMT, setelah naik ke tertinggi sesi 63,44 dolar AS, tertinggi sejak 22 Januari 2020.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 86 sen atau 1,5 persen menjadi 60,33 dolar AS per barel. WTI menyentuh level tertinggi sejak 8 Januari tahun lalu di 60,77 dolar AS pada awal sesi.

Pertempuran koalisi pimpinan Saudi di Yaman pada Minggu malam (14/2/2021) mengatakan pihaknya mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak (drone) bermuatan bahan peledak yang ditembakkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran menuju kerajaan, TV pemerintah melaporkan.

"Lonjakan awal di pasar minyak dipicu oleh berita tersebut," kata Kazuhiko Saito, kepala analis di broker komoditas Fujitomi Co.

"Tapi reli juga didorong oleh meningkatnya harapan bahwa stimulus AS dan pelonggaran lockdown akan meningkatkan ekonomi dan permintaan bahan bakar," katanya. WTI dapat ditarik kembali oleh aksi ambil untung karena mencapai level kunci 60 dolar AS, tambahnya.

Presiden AS Joe Biden mendorong pencapaian legislatif besar pertama dari masa jabatannya pada Jumat (12/2/2021), beralih ke kelompok bipartisan pejabat lokal untuk membantu rencana bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS.

Seperti dilansir Antara, Harga minyak telah menguat selama beberapa pekan terakhir juga karena pasokan semakin ketat, sebagian besar disebabkan oleh pengurangan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu dalam kelompok OPEC+.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP