Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:18wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Komnas HAM Pastikan Laskar FPI Bawa Senjata Api, DS: Seharusnya Polisi Segera Menangkap Munarman

Sabtu, 09-January-2021 21:15

Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan bahwa seharusnya kepolisian menangkap Munarman setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memastikan bahwa enam laskar FPI memang membawa senjata.

Pasalnya, Munarman sebelumnya selalu berteriak bahwa tidak ada anggota laskar FPI yang membawa senjata api.  

“Sesudah @KomnasHAM memastikan bahwa laskar FPI memang membawa senjata api, seharusnya @DivHumas_Polri  segera bergerak menangkap Munarman karena dia kemaren yang sebarkan hoax tidak pernah bawa senjata api..” tulis Denny di akun Twitternya, Sabtu (9/1/2021).

Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut adanya bukti yang mengarah pada kepemilikan senjata api yang diduga milik laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam penyelidikan kasus tewasnya enam anggota laskar FPI.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut pihaknya menemukan tujuh barang bukti yang diduga bagian dari proyektil peluru.

Dalam proses lanjutan, Anam mengungkapkan dua barang bukti dinyatakan bukan bagian dari proyektil.

"(Sedangkan) lima barang bukti merupakan bagian dari proyektil," ungkap Anam dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

Kemudian dari lima proyektil tersebut, sebanyak dua buah identik dengan senjata non rakitan.

"Satu identik dengan gagang cokelat, dan satu tidak identik dengan gagang cokelat maupun putih," ungkap Anam.

Kemudian tiga buah sisanya disebut tidak bisa diidentifikasi karena proses defarmasi yang terlalu besar.

"Empat barang bukti yang diduga dari selongsong, satu barang bukti dinyatakan bukan bagian dari selongsong, tiga selongsong peluru identik dengan senjata kepolisian," ungkap Anam.

"Jadi dari apa yang kami temukan di lapangan, dua identik dengan senjata rakitan yang diduga miliknya FPI, gagang cokelat dan putih, yang tiga selongsong identik dengan milik kepolisian," paparnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati