Netral English Netral Mandarin
00:47wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Komjen Listyo Sigit: Tidak Boleh lagi Ada Kasus Nenek Curi Kakao Diproses Hukum

Rabu, 20-January-2021 17:30

Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo
Foto : Istimewa
Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, setelah ditunjuk Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri, ia melakukan silaturahmi ke tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan parpol dan para mantan Kapolri untuk mengetahui secara langsung seperti apa potret Polri di mata masyarakat dan apa harapan masyarakat ke depan terhadap Polri.

Dari silaturahmi itu, lanjut Listyo Sigit, dirinya mendapat banyak masukan, kritik, saran dan harapan tentang Polri ke depan bagaimana untuk tetap dapat mewujudkan rasa keadilan, menjadi organisasi yang transparan dan tentunya potret-potret lain tentang kondisi saat ini yang harus diperbaiki Polri. 

Atas berbagai kritik dan saran dari berbagai pihak itu, Listyo Sigit menyatakan bahwa ke depannya tidak boleh lagi penegakan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

"Sebagai contoh, ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh lagi ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum. Tidak boleh lagi ada seorang ibu yang melaporkan anaknya kemudian ibu tersebut diproses dan sekarang sedang berlangsung prosesnya dan akan masuk ke persidangan," kata Listyo dalam fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu (20/1/2021).

"Hal-hal seperti ini tentunya ke depan tidak boleh lagi. Ataupun kasus-kasus lain yang mengusik rasa keadilan masyarakat. Betul penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, namun humanis. Di saat ini masyarakat memerlukan penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, bukan penegakan hukum dalam rangka untuk kepastian hukum," jelasnya. 

Komjen Listyo menegaskan, dirinya siap merubah wajah Polri menjadi Polri yang memenuhi harapan rakyat dengan berorientasi kepada kepentingan masyarakat, berbasis pada hukum yang berkeadilan, menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi. 

"Maka dari itu dalam kepemimpinan saya nantinya, sisi-sisi tersebut tentunya akan menjadi fokus utama yang akan diperbaiki, sehingga mampu merubah wajah Polri menjadi Polri yang memenuhi harapan masyarakat, Polri yang memenuhi harapan rakyat dengan berorientasi kepada kepentingan masyarakat berbasis pada hukum yang berkeadilan, dan menghormati hak asasi manusia serta mengawal proses demokrasi," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati