Netral English Netral Mandarin
01:39wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Kisruh Demokrat, Ngabalin Ingatkan Stop Seret Nama Jokowi: Kamu Pasti Saya Lawan!

Senin, 08-Maret-2021 09:00

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin 
Foto : Istimewa
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin 
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin berpendapat, bahwa kisruh yang terjadi di Partai Demokrat hingga adanya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, merupakan urusan internal Demokrat.

Karenanya, Ngabalin mengingatkan agar jangan menyeret-nyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam masalah remeh temeh seperti itu, sebab waktu dan pikiran Presiden dikonsentrasikan untuk mengurus bangsa dan negara.

"Urusan KLB, Demokrat adalah urusan remeh temeh INTERNAL kalianlah. Waktu, pikiran dan tenaga Presiden dikonsentrasikan full untuk melayani Bangsa dan Negeri ini," tulis Ngabalin di akun Twitternya, Minggu (7/3/2021).

Ngabalin pun menegaskan, dirinya tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang menyeret-nyeret nama Presiden Jokowi dalam urusan internal Partai Demokrat.

"Jangan berpolitik kalau nggak becus ngurus partai yang kemudian menyeret-nyeret nama Jokowi. kamu pasti saya lawan. ingat itu!" tegas @AliNgabalinNew.

Seperti diberitakan, KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021), memilih Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

Gara-gara keterlibatan Moeldoko dalam KLB itu, sejumlah politisi Demokrat pun menyeret-nyeret nama Presiden Jokowi.Salah satunya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng yang berkeyakinan Moeldoko izin kepada Presiden Jokowi untuk menjadi Ketum Partai Demokrat melalui KLB.

"Bagi saya, masa sih orang macam dalam lingkaran dalam Presiden, tiap hari ketemu Presiden, kira-kira mau jadi ketum partai, kira-kira omong dulu nggak? Masa kita nggak minta izin sih, masa nggak ngomong sih," kata Andi dalam acara diskusi Polemik yang bertajuk 'Nanti Kita Cerita tentang Demokrat Hari Ini' melalui YouTube MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021).

Andi Mallarangeng pun mengaku khawatir Jokowi benar membiarkan Moeldoko melakukan manuver politik hingga ditunjuk menjadi Ketum PD versi KLB di Sumut. Andi mengatakan menunggu sikap dan respons Presiden Jokowi atas munculnya sosok Moeldoko dalam KLB PD di Sumut.

"Dan kalau betul itu dilakukan dan kemudian tidak ada (pencegahan), dan dibiarkan, saya khawatir ini memang pemerintahan Jokowi membiarkan kejadian-kejadian semacam ini, membiarkan terjadinya intervensi dari orang yang sedang berkuasa. Jabatan Pak Moeldoko itu Kepala Staf Presiden, itu jabatan politik. Lalu melakukan gerakan-gerakan politik," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati