Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:31wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Kinerja Industri Tergerus Pandemi, Emiten Semen Tetap Komitmen Bagi Dividen

Selasa, 30-Maret-2021 15:50

Salah satu proyek infrastruktur
Foto : Kementerian PUPR
Salah satu proyek infrastruktur
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi COVID-19 yang mulai merebak di Indonesia sejak Maret 2020 telah menghambat pertumbuhan perekonomian. Anggaran pemerintah pun banyak dialihkan untuk menangani dampak pandemi ketimbang untuk membiayai proyek yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk infrastruktur.

Banyak proyek infrastruktur yang tertunda sehingga industri semen nasional mengalami penurunan kinerja. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, penjualan semen nasional di sepanjang tahun lalu hanya 62,7 juta ton, merosot 10,4% dibanding tahun sebelumnya.

Sebenarnya, kinerja industri semen nasional ini tercermin dari dua perusahaan yang memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia. Kedua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia atau emiten ini mengalami penurunan dari sisi pendapatan.

Emiten semen yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemerintah Republik Indonesia yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melaporkan penurunan pendapatan sebesar 12,87 persen menjadi Rp35,17 triliun pada 2020 dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan emiten dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia ini disebabkan oleh turunnya permintaan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang ditunda. 

Sementara, emiten semen yang menguasai pangsa pasar nasional kedua terbesar yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk juga mengalami hal yang sama. 

Pendapatannya anjlok 11,1 persen menjadi Rp14,18 triliun pada 2020 dibanding Rp15,9 triliun pada 2019.

Beruntung, kedua perusahaan masih mampu mencetak laba di periode tersebut meski lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Semen Indonesia cetak Rp2,78 triliun dan Indocement Tunggal Prakarsa sebesar Rp1,08 triliun.

Tak hanya untuk disimpan sebagai laba ditahan, kedua emiten ini membagikan sebagian keuntungan bersih tersebut sebagai dividen ke pemegang saham.

Berdasarkan pengumuman perusahaan di website BEI, pada November 2020, Indocement telah membagikan dividen sebesar Rp828 miliar atau senilai Rp225 per saham. Tinggal menunggu keputusan RUPS Tahunan berapa dividen final yang akan diputuskan untuk tahun buku 2020,

Dividen 40 Persen

Sementara itu, pemegang Semen Indonesia atau SIG telah menyetujui penetapan 40 persen laba bersih tahun 2020 yang sebesar Rp2,79 triliun sebagai dividen. 

Keputusan itu telah ditetapkan dalam RUPS Tahunan yang digelar Senin (29/3/2021).

Total jumlah dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan adalah sebesar Rp1,12 triliun.

"Sebesar 60?ri laba atau Rp1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya," demikian bunyi pengumuman tertulis perseroan terkait hasil rapat tersebut.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani