Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:06wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ketua Satgas Covid-19 IDI Baru Lihat Video Kerumunan Presiden, Begini Komentarnya

Kamis, 25-Februari-2021 11:20

Ketua Satgas Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban
Foto : Istimewa
Ketua Satgas Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengaku, dirinya baru saja menonton video Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Video yang dimaksud adalah saat Presiden Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Tampak antusiasme masyarakat berkerumun mendekati mobil hitam yang dinaiki Presiden Jokowi. 

Pemberitaan ini semakin hangat, apalagi Presiden Jokowi yang tampak memberikan bingkisan dari dalam mobil. Selain itu ada pula cuplikan Jokowi tengah mengeluarkan kepalanya dari sun roof dan nelambaikan tangan pada masyarakat. 

"Intinya. Kerumunan akan selalu jadi sorotan. Apalagi menyangkut situasi saat ini," ujar Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Kamis (25/2/2021).

 

Lebih lanjut Prof Zubairi menyebut di sisi lain ada anak-anak belajar daring dan usaha kecil menderita. Mereka akan bertanya-tanya, kenapa kerumunan itu boleh dan kenapa kerumunan yang lain tidak boleh.

 

Menurut Prof Zubairi, bagaimana mengelola dan mengontrol kerumunan itu adalah Pekerjaan Rumah alias PR bersama.

 

"Ini bukan tentang politik. Ini bicara tentang protokol kesehatan untuk kemaslahatan," tegas dia.

Lebih lanjut Prof Zubairi juga sampaikan kabar baiknya bahwa angka kasus Covid-19 aktif di beberapa daerah Indonesia telah turun. "Bismillah kita bisa," sambung dia. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati