Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:12wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Ketua MUI Ingatkan Yahya Waloni: Mualaf Tak Boleh Menjelekkan Agama Sebelumnya

Kamis, 18-Februari-2021 16:15

Yahya Waloni.
Foto : Republik
Yahya Waloni.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, mualaf harus lebih dulu banyak belajar tentang Islam dan jangan buru-buru menjadi penceramah atau ustaz.

Hal itu disampaikan Cholil menanggapi pertanyaan netizen yang meminta pendapatnya soal ceramah Ustaz Yahya yang menimbulkan kontroversi. Yahya diketahui merupakan seorang mualaf.

Adapun yang ditanyakan netizen adalah soal ceramah Ustaz Yahya yang baru-baru viral lantaran mengaku sengaja menabrak seekor anjing hingga pincang lantaran binatang tersebut dianggap haram.

"Muallaf harusnya belajar dulu jangan buru-buru jadi Ustadz," tulis Cholil di akun Twitternya, @cholilnafis, Rabu (16/2/2021).

Cholil juga mengingatkan agar mualaf jangan menjelekkan agama sebelumnya. Pun, tidak boleh membenci makhluk ciptaan Allah.

"Muallaf itu tak boleh menjelekan agama sebelumnya, tak boleh membenci mahkluk Allah meskipun anjing," kata Cholil.

Karenanya, Cholil menyebut penceramah yang disinggung netizen itu perlu mendapat bimbingan. "Ini perlu dibina dibimbing, kecuali kalau tak mau ya...," cuitnya.

Lebih jauh, Cholil menghimbau kepada umat untuk lebih selektif dalam mencari penceramah. "Masyarakat pun hendaknya cari penceramah yang bisa ngaji dan berilmu," pungkasnya.

Sebelumnya, Yahya Waloni ramai diperbincangkan di media sosial gara-gara ceramahnya dalam sebuah video yang tayang di Hadits TV pada Sabtu (13/2/2021).

Dalam video itu, Yahya menceritakan jika dirinya pernah menabrak seekor anjing di sekitar wilayah perbatasan antara Riau dan Jambi, tepatnya di sebuah Kecamatan bernama Kemuning.

Yahya mengaku dengan sengaja menabrak anjing itu hingga pincanglantaran binatang tersebut haram.

"Ku tabrak juga satu ekor anjing, enggak tahu yang punya itu. Lari pincang kakinya. Kalau kambing saya masih rem, tapi ku lihat anjing, najis ku tembak satu kali depan-depan, talipat (terkapar)," ujar Yahya sembari memperagakan bagaimana anjing itu meringis kesakitan.

"Kalau kambing saya rem, kalau kambing saya rem, maksud saya mengerti?. Tapi karena saya lihat anjing, saya tabrak," katanya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani