Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:47wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ketinggian Air di Bekasi Masih 2,5 Meter, Warga: Biar Kompak Sama Jakarta

Senin, 22-Februari-2021 15:20

Cikarang masih banjir sestinggi 2,5 meter.
Foto : Antara
Cikarang masih banjir sestinggi 2,5 meter.
8

CIKARANG, NETRALNEWS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat banjir setinggi 2,5 meter masih merendam daerah itu hingga Senin siang ini akibat jebolnya tanggul penahan banjir Sungai Citarum.

"Masih merendam permukiman warga hingga setinggi 2,5 meter khususnya di Kecamatan Pebayuran dan Kedungwaringin akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekaso Henri Lincoln, Senin, (22/2/2021).

Henri mengatakan jebolnya tanggul penahan banjir sepanjang 50 meter pada akhir pekan lalu disebabkan derasnya arus sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tanggul tidak mampu menahan derasnya aliran sungai hingga jebol dan meluap ke permukiman warga.

Kondisi itu, kata dia, membuat akses jalan warga menjadi terputus bahkan warga di kecamatan tersebut terisolir dan harus segera dievakuasi.

Selain mengevakuasi warga ke lokasi aman, pihaknya juga sudah mengidentifikasi dan menyalurkan kebutuhan mendesak bagi penanganan bersifat darurat seperti bambu, karung, perahu karet, tali tambang, mesin perahu, dan lampu tembak.

"Kami juga salurkan kebutuhan pangan seperti mi instan, air mineral, makanan siap saji, serta obat-obatan dan vitamin," ujar Henri.

Secara keseluruhan, banjir yang mulai surut siang ini masih merendam 69 desa dan kelurahan di 19 kecamatan se-Kabupaten Bekasi dengan ketinggian air bervariasi.

"Total ada 155 titik banjir, sementara warga yang terdampak musibah ini mencapai 25.375 keluarga," ungkapnya.

Dua kecamatan itu adalah Pebayuran dan Kedungwaringin yang menjadi wilayah terparah dilanda banjir dengan ketinggian air masing-masing 80-250 sentimeter dan 150-250 sentimeter.

"Sebagian titik di dua kecamatan ini sudah mulai surut, hujan juga sudah reda. Yang terparah di sekitar lokasi tanggul jebol," ungkap Henri.

Selain dua kecamatan itu, 17 kecamatan lain juga masih terendam banjir di antaranya Kecamatan Cikarang Timur dengan ketinggian air 50-150 sentimeter, Kecamatan Karangbahagia 30-100 sentimeter, Sukakarya 75-100 sentimeter, dan Tambun Utara setinggi 80-100 sentimeter.

Kemudian Kecamatan Muaragembong dengan ketinggian 40-80 sentimeter, Cikarang Barat 50-80 sentimeter, Cikarang Utara 70 sentimeter, Sukawangi 40-60 sentimeter, Tambun Selatan 50 sentimeter, Babelan 30 sentimeter, dan Cibitung 20 sentimeter.

"Enam kecamatan lain juga masih sedikit terendam, namun sudah dinyatakan surut yakni Kecamatan Bojongmangu, Cibarusah, Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serang Baru, dan Kecamatan Setu," kata Henri, dilansir Antara.

Seorang warga di kawasan Cibarusah Erik malah bikin becandaan denga para tetangganya. "Biar dah biar sama ama Jakarta banjirnya, biar kompak," ujarnya pada netralnews.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani