Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:36wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Kerumunan saat Jokowi Kunker ke NTT, Tak Diduga Begini Tanggapan dr Tirta

Rabu, 24-Februari-2021 15:00

dr Tirta Mandira Hudhi
Foto : Twitter dr Tirta
dr Tirta Mandira Hudhi
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tirta Mandira Hudhi, akrab disapa Cipeng atau dr Tirta angkat bicara terkait kerumunan yang terjadi saat Presiden Joko Widodp (Jokowi) Kunjungan Kerja (Kunker) ke Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ia mengaku menjadi ingat akan pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh Youtuber Atta Halilintar. Atta pernah bertanya, bila setiap pergi banyak orang yang mengajak berfoto dengan ramai-ramai. Kejadian itu sering dialami Atta, terlebih bila seusai ibadah Jumatan. 

Atta lantas bertanya, bila demikian siapa pihak yang disalahkan. Pasalnya Atta dalam posisi tidak sedang mengundang orang. 

"Apa yg ditanyakan @attahalilintar ini persis di alami pak @jokowi di ntt," ujar dr Tirta, dikutip dari unggahannya, Rabu (24/2/2021).

Dokter Tirta lantas merangkum pendapatnya menjadi enam poin. Di antaranya, yaitu:

1. Menurut dr Tirta, Presiden Jokowi tidak sama sekali mengajak berkumpul, apalagi membuat promo, undangan, tiket, dan lainnya. Sepengamatannya, semua atas antusias menyambut presiden.

"Ini tugas protokoler mengatur keramaian. Dan emng kalah jumlah," tegas dr Tirta.

2. Pada salah satu video, sedan Presiden Jokowi sampai dikejar warga yang ingin menyapa. Tampak protokoler sampai kewalahan. 

3. Presiden Jokowi tampak di video, sudah berusaha menenangkan dan mengingatkan protokol, tapi warga tetap mengerubungi mobil. 

"Ga mngkin mobil trus melaju kan? Satu2 nya cara agar bubar, ya mau ga mau pakde keluar dr atap, dan menyapa dan meminta warga kembali ke rumah masing2," kata dia.

4. Kasus tersebut menurutnya menjadi refleksi agar tim protokoler lebih berhati-hati mengatur agenda dan alur massa di lapangan ketika kegiatan Presiden Jokowi. 

5. Atas kejadian ini, pihak biro pers Istana juga sepengetahuan dr Tirta sudah klarifikasi, dan baginya itu sudah jelas.

6. Dokter Tirta harap ke depan, Istana lebih selektif dan protektif jika agenda Presiden Jokowi di lapangan. Pasalnya antusiasme warga yang sangat besar 

"Sekian pendapat saya, semoga tetap sehat dan tetap semangat," tutup dr Tirta.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP