Netral English Netral Mandarin
02:40wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Kerumunan Presiden Jokowi di NTT Dibandingkan dengan Kerumunan HRS, RS: Itu Pakai Kacamata Kuda, karena Jelas Sangat Berbeda

Jumat, 26-Februari-2021 18:21

Politikus Ruhut Sitompul
Foto : Twitter
Politikus Ruhut Sitompul
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ruhut Sitompul (RS) ikut bersuara mengenai kejadian kerumunan saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur. Ada kelompok yang kecewa karena aduan mereka ke polisi ditolak sehingga membandingkan kerumunan yang disebabkan Presiden Jokowi dengan kerumunan kasus Habib Rizieq Shihab yang kini mendekam di penjara.

Menurut Ruhut, yang menyamakan kedua kerumunan itu adalah mereka yang memakai kacamata kuda, karena sudah jelas sangat berbeda.  

“Yang menyamakan Kunjungan Presiden RI Bpk Joko Widodo ke NTT dgn Kasus HRS mereka2 yg memakai Kaca Mata Kuda, jadi sangat berbeda sudah nggak usah Nyinyir Ngebacot buang2 energi saja atau sama dengan tong kosong nyaring bunyinya MERDEKA,” tulis Ruhut di akun Twitternya, Jumat (26/2/2021).

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri menolak laporan Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan. Koalisi tersebut melaporkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menimbulkan kerumunan dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur.

Kurnia, salah satu pelapor dari Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan, mengungkapkan kekecewaannya lantaran polisi enggan melanjutkan perkara tersebut.

"Kami sangat kecewa kepada pihak kepolisian yang tidak mau menerbitkan laporan atas laporan kami terhadap terduga pelaku tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan yakni sang presiden," ujar Kurnia di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Februari 2021.

Kurnia pun mempertanyakan asas persamaan kedudukan di hadapan hukum yang selalu digaungkan selama ini.

"Dengan tidak diterbitkannya laporan polisi atas laporan kami, kami mempertanyakan asas persamaan kedudukan di hadapan hukum apakah masih ada di republik ini?" kata Kurnia.

Kurnia menilai, Jokowi telah melanggar prokotol kesehatan akibat kerumunan yang ditimbulkannya. Ia mengatakan, kunjungan kerja seorang presiden merupakan hal yang sudah terjadwal.

"Sudah sepatutnya memitigasi adanya kerumunan pada saat kunjungan kepresidenannya," ucap Kurnia.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 30 detik yang menunjukkan kerumunan masyarakat mengerubungi Jokowi.

Dalam video itu, nampak Presiden ada di dalam mobil. Sementara itu, banyak masyarakat yang mengerubungi mobil berkelir hitam itu. Presiden, yang terlihat mengenakan masker hitam, kemudian menjulurkan badannya lewat sunroof mobil dan melambaikan tangan kepada massa.

Presiden yang mengenakan kemeja putih itu bahkan sempat melemparkan bungkusan ke arah kerumunan masyarakat.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan, kerumunan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere menyambut kedatangan Presiden Jokowi. "Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," tuturnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati