Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:38wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Keras! AHY Cap Moeldoko Ketum Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

Sabtu, 06-Maret-2021 06:04

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berfoto bersama para pendiri Partai Demokrat
Foto : Demokrat.id
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berfoto bersama para pendiri Partai Demokrat
33

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, selama ini Kepala Staf Kepresidenan (KPS) Moeldoko selalu mengelak ketika namanya dikaitkan dengan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara ilegal dan inkonstitusional.

Namun, lanjut AHY, dengan kesediaan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (5/3/2021), membuktikan bahwa sejak awal Moeldoko terlibat dalam GPK-PD.

"Terkait dengan keterlibatan KSP Moeldoko, yang selama ini selalu mengelak, kini terang-benderang. Terbukti ketika diminta oleh para pelaku GPK-PD, tadi kita saksikan kita dengar bersama melakui sejumlah media, walaupun acaranya tertutup tapi kita bisa ikuti bahwa yang bersangkutan, KSP Moeldoko, menerima ketika diminta menjadi ketua umum Demokrat versi KLB Sumut. Kita dengar bersama tadi," kata AHY di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

AHY menambahkan, Moeldoko yang sebelumnya mengaku tak tahu menahu dan tidak terlibat dalam GPK-PD, kini terbantahkan dengan sendirinya setelah mantan Panglima TNI itu bersedia menjadi Ketum Partai Demokrat sebagaimana disampaikan di KLB Sumut.

"Tentu apa yang disampaikan KSP Moeldoko tadi meruntuhkan seluruh pernyataan yang telah diucapkan sebelumnya yang katanya ia tidak tahu-menahu, tidak ikut-ikutan, tidak terlibat bahkan mengatakan semua ini permasalahan internal Demokrat," ucap dia.

"Faktanya, KSP Moeldoko bukan kader Demokrat. Jadi, jelas bukan hanya permasalahan internal Demokrat. Segelintir kader, mantan kader yang tadi semangat sekali KLB di Sumut, tidak mungkin punya semangat dan keyakinan kalau tidak mendapatkan dukungan dari KSP Moeldoko," jelas AHY.

Putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengungkapkan, pihaknya memiliki bukti yang lengkap soal keterlibatan Moeldoko dalam upaya pengambilalihan secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

"Jadi, sekali lagi saya katakan bahwa apa yang ia sampaikan selama ini ia pungkiri sendiri melalui kesediaannya menjadi Ketum Demokrat abal-abal versi KLB ilegal. Saya bisa menyampaikan ini karena banyak bukti yang kami dapatkan selama ini. Tentu tidak semua kita jelaskan ke publik, tapi bukti-buktinya lengkap," beber AHY.

"Dan pada puncaknya hari ini KLB ilegal tadi, maka artinya memang sejak awal motif dan keterlibatan KSP Moeldoko yang tidak berubah yaitu ingin ambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang sah menggunakan cara-cara inskonstitusional serta jauh dari moral dan etika politik," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli