Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:56wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Kendala Kapasitas Produksi, Pengusaha Briket Tempurung Polman Terpaksa Tolak Permintaan dari Dubai dan Turki

Jumat, 26-Maret-2021 04:00

Briket tempurung kelapa yang sudah dibakar.
Foto : toggar.com
Briket tempurung kelapa yang sudah dibakar.
14

MAMUJU, NETRALNEWS.COM - Briket tempurung yang diproduksi pengusaha di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Provinsi Sulbar diekspor ketiga negara Jordania, Arab Saudi dan Mesir.

"Briket tempurung kelapa merupakan salah satu usaha yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat di Sulbar, sehingga terus kami kembangkan," kata pengusaha yang mengembangkan briket tempurung di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman, Sudirman Abu di Polman, Kamis (25/3/2021). 

Produksi usaha briket tempurung yang dikembangkannya mampu berproduksi 10 ton per hari.

"Produksi pabrik kami bisa mencapai 10 ton per hari, namun dikarenakan beberapa kendala termasuk peralatan yang masih kurang, maka produksi kadang turun hingga empat ton saja," katanya.

Butuh  penambahan peralatan seperti sekitar tujuh unit, agar produksi briket tempurung tetap mampu mencapai 10 ton per hari.

Ia berharap ada bantuan pemerintah agar usaha yang dikembangkannya dapat terus meningkat.

Negara Dubai dan Turki juga telah menyampaikan permintaan briket dari sini, namun kapasitas pabrik yang kecil membuat permintaan tersebut belum bisa dipenuhi.

"Proses produksi bahan bakar usaha kami ini berasal dari limbah dan sabuk kelapa dan kami kini mampu mempekerjakan sebanyak 217 karyawan," katanya.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bangga atas berkembangnya usaha briket tempurung, di Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar yang bernilai ekspor.

"Usaha yang bergerak sejak 2017 tersebut harus terus dibina dan dikembangkan, apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak turunnya perekonomian di berbagai daerah, pabrik briket pengolahan tempurung kelapa ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian Sulbar untuk lebih maju," katanya, seperti dikutip dari Antara.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP