Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:15wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Kenapa kok Jokowi Tiba-Tiba Ngasih Uang ke Istri Pelaku Teroris? Begini Pendapat Denny Siregar

Senin, 05-April-2021 08:42

Ilustrasi Presiden Jokowi memberikan bantuan ke keluarga terduga teroris
Foto : CNN Indonesia
Ilustrasi Presiden Jokowi memberikan bantuan ke keluarga terduga teroris
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan bantuan kepada 215 korban terorisme di Istana Negara, Rabu (16/12/2020). Total bantuan yang diberikan dari negara itu mencapai Rp 39,20 miliar.

Denny Siregar secara khusus menanggapi kebijakan tersebut. Ia membuat catatan berjudul “Korban teroris.” Selain korban serangan teroris, bantuan juga diberikan ke sejumlah istri teroris.

“Lalu kenapa kok Jokowi tiba2 ngasih uang ke istri pelaku teroris??” tanya Denny, Minggu malam (4/4/21).

"Ya, istri teroris bisa jadi bukan teroris. Mereka bisa saja istri biasa yang tidak terlibat pekerjaan suaminya. Lagian cara paling bagus mendekati lawan adalah dengan memeluknya, menunjukkan kita tidak ada masalah dengan mereka. Itu adalah bagian dari program deradikalisasi. Supaya tidak lahir teroris2 baru karena dendam pada pemerintah..," jawab Denny. 

Berikut catatan lengkap Denny Siregar: 

KORBAN TERORIS

Siapa bilang Jokowi gak bantu korban bom teroris ? Bantu kok, cuman memang kurang terekspos itu aja. Bantuan Rp 39 miliar itu untuk korban2 bom, termasuk bom Samarinda tahun 2016..

Bahkan pemerintah menerbitkan PP nomer 35 tahun 2020 supaya bantuan bagi korban teroris bisa terlaksana. Malahan, baru pada masa Jokowi inilah korban bom teroris mulai diperhatikan..

Gak cukup memang buat korban, karena selain material, biaya terbesar dari korban teroris adalah serangan mental..

Lalu kenapa kok Jokowi tiba2 ngasih uang ke istri pelaku teroris ??

Ya, istri teroris bisa jadi bukan teroris. Mereka bisa saja istri biasa yang tidak terlibat pekerjaan suaminya. 

Lagian cara paling bagus mendekati lawan adalah dengan memeluknya, menunjukkan kita tidak ada masalah dengan mereka. Itu adalah bagian dari program deradikalisasi. Supaya tidak lahir teroris2 baru karena dendam pada pemerintah..

Sudahlah, gak usah dipermasalahkan masalah bantuan pribadi itu. Lebih baik kita fokus pada bagaimana menghadang terorisme jenis baru yang akan semakin canggih ke depan..

Seruput dulu kopinya..

Denny Siregar

Kebijakan Presiden Jokowi

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan bantuan kepada 215 korban terorisme di Istana Negara, Rabu (16/12/2020). Total bantuan yang diberikan dari negara itu mencapai Rp 39,20 miliar.

215 korban tindak pidana terorisme itu sudah diidentifikasi dari 40 peristiwa di masa lalu. Jokowi mengatakan, pemberian bantuan itu menjadi salah satu bentuk tanggung jawab negara kepada korban yang sudah belasan tahun menantinya.

"Hari ini, tadi sudah disampaikan bapak ketua LPSK, bahwa pembayaran kompensasi sebesar Rp 39,20 miliar secara langsung pada 215 korban terorisme dan ahli waris dari korban yang telah meninggal dunia dan yang telah teridentifikasi dari 40 peristiwa masa lalu, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara kepada para korban yang telah belasan tahun menunggu," kata Jokowi seperti dilansir Suara.com.

Adapun mereka yang menerima kompensasi itu merupakan korban terorisme bom gereja Oikumene, Kota Samarinda pada 2016, bom Thamrin pada 2016, penyerangan Polda Sumatera Utara pada 2017, bom Kampung Melayu pada 2017, hingga peristiwa terorisme Sibolga pada 2019 dan peristiwa lainnya.

Menurut Jokowi, besaran angka kompensasi yang diberikan negara tidak sebanding dengan apa yang dirasakan oleh para korban. Pasalnya, setelah menjadi korban tindak pidana terorisme, mereka mengalami penurunan kondisi ekonomi karena kehilangan pekerjaan atau tidak mampu mencari nafkah lagi.

"Ada juga yang mengalami trauma psikologis serta derita lupa fisik dan mental, serta mengalami berbagai stigma karena kondisi fisiknya dialaminya," ujarnya.

Dengan adanya bantuan yang diberikan negara, Jokowi berharap bisa memberikan semangat kepada korban.

"Kehadiran negara di tengah-tengah para korban semoga mampu memberikan semangat, memberikan dukungan moril untuk melewati situasi yang sangat berat akibat dampak dari terorisme, agar para korban dapat melanjutkan kehidupan dan menatap masa depan lebih optimis lagi," ujarnya lagi.

Diketahui, pemberian kompensasi, bantuan medis dan layanan psikologis serta rehabilitasi psikososial mulai diadakan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sejak 2018.

Sebagai bentuk tanggung jawab negara pula, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2020.

Dalam PP itu ditegaskan kalau korban tindak pidana terorisme masa lalu berhak memperoleh kompensasi. Kompensasi itu bisa diajukan oleh korban, keluarga, ahli waris atau kuasanya kepada LPSK.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto