Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:43wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Kenapa Kita Susah Maju? Ulil: Inilah Problem Zaman Sekarang, Saling Memojokkan Bukan Cari...

Minggu, 21-Februari-2021 11:35

Ulil Abshar Abdalla
Foto : Istimewa
Ulil Abshar Abdalla
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Islam, Ulil Abshar Abdalla prihatin dengan situasi zaman sekarang yang diwarnai saling lempar tuduhan tanpa saling mencari kebaikan antar sesama.

Cuitan Ulil mulanya ditujukan untuk menanggapi akun savic ali @savicali yang mengatakan: 

"Kenapa kita susah maju? Karna kalo dikritik bukannya menyadari kalo mmg keliru tapi malah cari-cari pihak/orang lain yg punya kekeliruan sama," tulisnya.

Sementara Ulil pada Sabtu malam (20/2/21) membalas:

"Inilah problem zaman medsos sekarang. Saling lempar tuduhan. Tujuannya untuk saling memojokkan saja, bukan untuk mencari kebaikan bersama. Yawislah, pancen wis zamane ngene. Jarke wae, mengko lak bosen dhewe," kata Ulil.

Sebelumnya diberitakan, saling tuduh menuduh terjadi karena banyaknya "buzzer" di media sosial.

Aktivitas buzzer atau pendengung di media sosial menjadi sorotan sejumlah tokoh publik. Kehadiran pendengung dengan akun anonim disebut meresahkan lantaran menyerang warganet yang kritis, mengeluarkan kata-kata kasar dan bahkan mengumbar permasalahan pribadi warganet.

Para tokoh publik itu berharap adanya gerakan untuk menertibkan buzzer di media sosial, khususnya para pendengung yang ingin memanfaatkan situasi tanpa ingin bertanggung jawab.

Beberapa tokoh yang menuntut buzzer ditertibkan di antaranya antara lain: Sujewo Tejo, Susi Pudjiastuti, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Arif Zulkifli, YLBHI, dan lain-lain.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto