Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:55wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Kenapa Ada Pihak yang Semangat Sekali Mau Menjilbabkan Kartini? Demi Apa Sampai Bohong Gitu?

Jumat, 23-April-2021 08:40

Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen (Gus Nadir)
Foto : Istimewa
Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen (Gus Nadir)
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menyoroti beredarnya foto Raden Ajeng (RA) Kartini mengenakan jilbab dan berkacamata.

Foto tersebut kembali disebarkan sejumlah pihak di media sosial bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada Rabu (21/4/2021).

Melalui akun Twitternya, Gus Nadir menyebut bahwa Kartini pakai jilbab atau tidak, tak akan mengurangi ketokohan dan kontribusi Pahlawan Kemerdekaan Nasional itu.

Hal tersebut disampaikan Gus Nadir mengomentari cuitan Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika, Akhmad Sahal (Gus Sahal) yang menyatakan bahwa foto Kartini mengenakan jilbab dan berkacamata merupakan foto palsu.

"Kartini pakai jilbab atau gak, tidak akan mengurangi ketokohan dan kontribusinya," tulis Gus Nadir di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Kamis (22/4/2021).

Gus Nadir lantas mempertanyakan motif dibalik pembuatan foto Kartini berjilbab. Menurutnya, mengenakan jilbab itu bagus, tapi tak perlu menjilbabkan tokoh sejarah yang memang aslinya tidak berjilbab.

"Kenapa sih sebagian pihak semangat sekali mau menjilbabkan Kartini? Pakai jilbab itu bagus, tapi gak usah menjilbabkan tokoh sejarah yang aslinya gak pakai jilbab. Demi apa sampai bohong gitu, coba?" cuit @na_dirs.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial foto Kartini memakai jilbab dan berkacamata dengan narasi “Photo asli RA Kartini ketika menjadi santri Kyai Saleh Darat. Tidak memakai konde dan berkebaya. Foto RA Kartini yang berkonde dan berkebaya versi Belanda akan terus dikeluarkan oleh kaum sekuler agar RA Kartini tetap dikenang sebagai perempuan yang tak mau berjilbab".

Mengomentari hal itu, tokoh NU Akhmad Sahal atau Gus Sahal menyatakan bahwa foto RA Kartini memakai jilbab dan berkacamata merupakan foto palsu.

"Foto Kartini berjilbab dan berkacamata jelas palsu. Andai asli, pasti gelarnya bukan RA, tapi Ummi atau Ukhti... :)) (emoji tertawa)," tulis Gus Sahal di akun Twitternya, @sahal_AS, Rabu (21/4/2021).

Gus Sahal juga mengunggah tangkapan layar penjelasan dari Turn Back Hoax pada April 2019 lalu yang mengkategorikan foto Kartini mengenakan jilbab sebagai informasi yang salah atau hoax.

Adapun Turn Back Hoax dalam penelusurannya menemukan jika foto itu sebenarnya sudah pernah muncul tak lama berselang dari peringatan Hari Kartini pada 21 April 2018 lalu.

"Para pakar sejarah meragukan keaslian foto tersebut, tidak ada catatan dalam sejarah. Hasil uji forensik terhadap foto dari sumber klaim juga memperlihatkan foto banyak kecacatan, terutama di bagian kepala," tulis Turnbackhoax.id dilansir netralnews.com, Rabu (21/4/2021).

Dikutip dari Kumparan.com, Linda Sunarti, sejarawan sekaligus kepala program studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, meragukan keaslian foto tersebut.

“Kita harus masuk ke jiwa zaman tersebut. Pemakaian kerudung yang seperti itu belum lumrah di zaman itu. Coba lihat foto-foto surat kabar di era itu. Perempuan Muhammadiyah saja tidak ada yang berkerudung seperti itu. Jadi saya ragu terhadap keaslian foto tersebut,” kata Linda pada (23/4/2018).

Senada dengan Linda, Abdurakhman sejarawan UI yang banyak meneliti tentang Islam juga meragukan kebenaran foto tersebut. “Lihat konteks zamannya. Kesadaran beliau akan Islam belakangan. Jiwa zaman pada masa itu beda dengan sekarang. Kondisi keislaman masyarakat Jawa bagaimana?” ungkap Abdurakhman.

Sementara, soal keterangan bahwa Kartini adalah seorang santri, Agus membenarkan hal tersebut. “Kartini (dari) kecil hingga dipingit memang seorang santriwati bersama kakak dan adiknya,” kata Agus.

Hasil uji forensik terhadap foto dari sumber klaim juga memperlihatkan foto banyak kecacatan, terutama di bagian kepala.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli