Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:57wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Kenang FPI, Musni Sedih: Lembaga yang Begitu Berjasa di Bidang Kemanusiaan Dibubarkan...

Kamis, 18-Februari-2021 21:47

Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
Foto : Istimewa
Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mengaku, saat banjir melanda berbagai daerah seperti sekarang ini, ia teringat akan kebaikan-kebaikan Front Pembela Islam (FPI).

"Saat-saat sekarang ini ketika banjir melanda berbagai daerah di Indonesia, kita mengenang, kita mengingat kebaikan- kebaikan dari Front Pembela Islam," kata Musni dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, seperti dilihat netralnews.com, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, sebelum FPI dibubarkan, organisasi yang didirikan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu selalu berada di garda terdepan dalam membantu rakyat yang terkena musibah.

"FPI ini kita harus mengakui telah berjasa membantu rakyat di berbagai daerah setiap terjadi musibah, tidak hanya musibah banjir tapi juga gunung meletus dan apa saja peristiwa yang dirasakan oleh masyarakat, mereka segera turun di lapangan dan selalu berada di garda terdepan untuk membantu rakyat yang tertimpa musibah," ujar Musni.

Sayangnya, lanjut Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu, FPI yang begitu berjasa buat rakyat dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah. Musni pun mengaku prihatin dan sangat sedih atas pembubaran FPI.

"Tentu kita sangat sedih, kita prihatin karena lembaga yang begitu berjasa untuk bidang kemanusiaan akhirnya dibubarkan. Dan tidak hanya dibubarkan tapi juga imam besar Habib Rizieq Shihab itu di penjara. Begitu juga Sobri Lubis, Ketua Umum FPI, dan banyak pengurus- pengurus teras telah masuk ke dalam tahanan," ucap Musni.

Seperti diketahui, pemerintah secara resmi menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) enam kepala kementerian/lembaga negara pada (30/12/2020) lalu.

Salah satu poin dari SKB itu menyatakan bahwa FPI adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai ormas sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan, sehingga secara de jure telah bubar sebagai ormas.

SKB tersebut turut mengatur larangan kegiatan dan penggunaan simbol FPI di seluruh wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum akan menindak seluruh kegiatan yang masih menggunakan simbol FPI.

Ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan pemerintah memutuskan untuk membubarkan dan menghentikan kegiatan FPI, diantaranya persoalan ideologi, keterlibatan anggota FPI dalam aksi terorisme dan berbagai tindak pidana umum lainnya, serta kerap melakukan razia (sweeping). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati