Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:26wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Kemensos Pastikan Kebutuhan Kelompok Rentan Pengungsi Sulbar Terlayani

Selasa, 19-January-2021 18:36

Kemensos Pastikan Kebutuhan Kelompok Rentan Pengungsi Sulbar Terlayani
Foto : Kementerian Sosial
Kemensos Pastikan Kebutuhan Kelompok Rentan Pengungsi Sulbar Terlayani
3

MAMUJU, NETRALNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pelayanan terbaik dan terpenuhinya kebutuhan bagi kelompok rentan pengungsi korban gempa di Sulawesi Barat. 

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M Safii Nasution menjelaskan kelompok rentan penyintas gempa tersebut terdiri dari lansia, ibu hamil dan anak-anak akan ditempatkan di tenda yang telah disiapkan. 

"Mereka kita tempatkan di tenda khusus yang punya sekat dan sirkulasi udara memadai. Ini kita berikan supaya mereka merasa nyaman. Nah mereka yang mengungsi di tenda-tenda tidak layak dan tersebar kita pindahkan ke tenda covid 19," ujar Safii di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulbar, Senin (18/1/2021).

Rahayu (29 th), yang sedang hamil 6 bulan merasakan perbedaan tinggal di tenda Covid-19 yang disiapkan oleh Kementerian Sosial. Menurutnya lebih nyaman karena tendanya berdinding, berjendela sehingga udara bisa berganti dan segar.

Rahayu juga mengatakan bahwa lokasi pengungsian di stadion Manakarra sangat lengkap. Dia akui ada fasilitas kesehatan, dapur umum, wc dan kamar mandi.

Selain itu, Kemensos juga menyediakan makanan dan kebutuhan logistik lainnya seperti susu bayi, makanan siap saji, pempers bagi seluruh penyintas gempa di Sulbar. 

"Tidak hanya berhenti disitu saja. Kami juga melakukan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi penyintas untuk memulihkan trauma akibat gempa. Mereka harus dituliskan mentalnya," ujar Safii. 

Tim LDP Kemensos berasal dari unsur Tagana, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan (TKSK) dan SDM Program Keluarga Harapan dengan berbagai latar belakang keahlian. 

Tim terdiri dari Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, dan 9 Psikolog. Petugas yang dikerahkan berasal dari tim LDP pusat 10 orang, Tagana setempat ada 12 orang dan TKSK 6 orang. Sedangkan untuk SDM PKH setempat sebanyak 17 orang.

"Mekanisme layanan yang diberikan di masa pandemi ini nantinya akan dibagi dalam kelompok kecil di dalam tenda covid 19 ini sesuai kategori kelompok rentan masing masing maksimal 10 orang per kelompok. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran covid 19 di tenda pengungsi," jelasnya. 

Safii menjelaskan layanan yang diberikan antara lain berupa konseling, permainan bagi anak-anak, pemberian kuis dan permainan sejenisnya agar mereka dapat melupakan trauma terhadap kejadian gempa ini dan kembali hidup normal. 

Safii memperkirakan saat ini ada sekitar 1.500 hingga 2 ribu pengungsi yang telah berada di luar stadion sejak gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 6,2 melanda Sulawesi Barat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli