Netral English Netral Mandarin
04:04wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Kemensos Pantau Penyaluran BST 2021 Tahap Pertama di Tangerang

Minggu, 10-January-2021 21:20

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama Pantau Penyaluran BST
Foto : Kementerian Sosial
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama Pantau Penyaluran BST
14

TANGERANG, NETRALNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin memulai penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di awal tahun. Kota Tangerang menjadi salah satu area yang melaksanakan penyaluran BST 2021 tahap I.

Mewakili Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama menyatakan bahwa sesuai arahan Presiden, sebanyak 10 juta KPM di Indonesia menerima BST sebesar Rp300.000 per bulan selama 4 bulan. Peralihan bentuk bantuan rupanya tidak menghalangi jalannya penyaluran BST di Kota Tangerang.

“Pelaksanaan salur BST di Kota Tangerang terbilang luar biasa sebab dikawal oleh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga proses penyaluran berjalan lancar,” kata Asep saat penyaluran BST di SDN 1 Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Minggu (10/1/2020).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, Kepala BPBD Kota Tangerang Deni Koswara, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi, Kepala Kesbangpol Kota Tangerang R. Irman Pujahendra, Camat Cipondoh Rizal Ridoloh serta perwakilan PT Pos Indonesia.

Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kota Tangerang menyasar 135.584 KPM yang tersebar di 104 kelurahan. Penyaluran dilakukan di berbagai lokasi, salah satunya adalah sekolah.

“Dengan memanfaatkan fasilitas bangunan sekolah yang saat ini tidak digunakan serta petugas yang melayani di setiap ruangan kelas, penyaluran BST diharapkan mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan pembatasan jarak sehingga tidak ada kerumunan antrian yang dapat menyebabkan kluster penularan COVID-19,” kata Asep.

Pada kesempatan tersebut, tak lupa Asep mengingatkan para KPM agar memanfaatkan bantuan yang mereka terima untuk kebutuhan sehari-hari.

“BST hendaknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan utama, bukan untuk membeli rokok, minuman keras ataupun barang-barang lain yang tidak bermanfaat.”

Imbauan Pemerintah untuk menggunakan BST dengan sebaik-baiknya diamini oleh Omi Ordiana (48). Perempuan yang berprofesi sebagai buruh cuci gosok mengaku bahwa selama masa pandemi ini, ia merasa kesulitan secara finansial.

“Suami saya sudah 8 bulan tidak bekerja akibat pandemi COVID-19. Alhamdulillah sejak tahun lalu Pemerintah memberikan bantuan yang bisa digunakan untuk beli beras dan membayar uang sekolah anak,” kata Omi.

Hal senada juga disampaikan oleh Miun (70). Sudah tidak bekerja karena usia senja, ia akan menggunakan BST untuk kebutuhan sehari-hari.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani