Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:58wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Setelah EUA, Kemenkes Gerak Cepat Distribusi Vaksin dan Lakukan Vaksinasi

Rabu, 06-January-2021 14:54

Menkes Budi Gunadi Sadikin (masker putih) cek vaksin
Foto : Kementerian Kesehatan
Menkes Budi Gunadi Sadikin (masker putih) cek vaksin
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa saat ini pemerintah berkejaran dengan waktu dalam menanggulangi COVID-19.

Kata Menkes, pembelian vaksin dari covavax dan astrazeneca yang dilakukan pemerintah Indonesia memberikan kepastian kepada masyarakat Indonesia atas produk vaksin yang nanti akan digunakan. 

Menkes sebut, segera setelah Emergency Use of Authorization (EUA) diberikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan bergerak cepat untuk mendistribusikan vaksin dan melakukan proses vaksinasi.

“Tahap pertama penyediaan dan persetujuan vaksin insya allah dalam waktu 1-2 minggu. Sehingga kami di Kemenkes bisa masuk memikirkan tahap 2 mendistribusikan vaksin ke seluruh pelosok wilayah Indonesia dalam waktu yang singkat untuk diberikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat Indonesia” jelas Budi, dilansir dari laman Kemenkes, Rabu (6/1/2021).

Pernyataan ini disampaikan setelah pemerintah mengamankan supply 100 juta dosis vaksin untuk kebutuhan dalam negeri. Hal ini dilakukan melalui kesepakatan pembelian di muka antara Bio Farma dengan AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis, dan Indofarma dengan Novavax sebanyak 50 juta dosis.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan POM ke Bio Farma sebagai pengakuan bahwa fasilitas produksi Bio Farma untuk vaksin COVID-19 sudah siap digunakan untuk produksi vaksin COVID-19.

Kepala Badan POM Penny G Lukito sendiri menegaskan bahwa sesuai arahan presiden bahwa jaminan keselamatan dan kehati-hatian dalam pengadaan vaksin COVID-19 sangat diutamakan, mulai dari aspek mutu hingga efikasi vaksin.

Peny menyatakan bahwa hasil Uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung memberikan hasil yang menggembirakan. Proses selanjutnya adalah menunggu hasil uji interim tahap 3 untuk selanjutnya disandingkan dengan hasil Uji dari Negara lain yang juga melakukan uji klinis cinovac yaitu Turki, Chili, dan Brazil.

“Uji klinis kami lakukan dengan cermat dan mengutamakan kehati hatian, dalam rangka pemberian EUA” ungkap Penny.

Penny menambahkan bahwa hasil uji klinis di negara Brazil dan Turki sudah keluar hasil ujinya dan didapatkan hasil yang konsisten dengan uji yang di Bandung.

Vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Di sisi lain, masyarakat tetap diwajibkan untuk disiplin menerapkan prorokol kesehatan 3 M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun, dan Menjaga Jarak.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli