Netral English Netral Mandarin
11:29wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Kemenkes: Bappenas Gelar Vaksinasi COVID-19 Tahap Pertama Bagi 500 Pegawai

Selasa, 23-Februari-2021 14:10

Bappenas gelar vaksinasi bagi pegawai
Foto : Kemenkes
Bappenas gelar vaksinasi bagi pegawai
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri PPN/Kepala Bappenas Soeharso Monoarfa didampingi Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M. Budi Hidayat meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap pertama bagi 500 pegawai di Lingkungan Kementerian PPN/Bappenas, pada Senin (22/2/2021).

Rencananya vaksinasi akan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 22-26 Februari 2021 dengan total sasaran sekitar 2.566 orang.

Menteri Suharso mengatakan vaksinasi ini sebagai salah satu upaya Bappenas untuk memberikan perlindungan bagi seluruh pegawai dan keluarganya dari potensi penularan COVID-19.

“Bappenas turut mencegah paling tidak terhadap keluarga besar di Bappenas. Karena kita ingin berharap untuk keselamatan kita yang bekerja di Bappenas dan keluarganya di rumah. Kita ikut menyumbangkan tindakan preventif bagi masyarakat luas,” katanya, dilansir dari laman Kemenkes.

Dijabarkan oleh Menteri Soeharso, tujuan dari pelaksanaan vaksinasi ini untuk mendukung pemerintah mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), yang mana semakin banyak yang divaksin maka semakin banyak yang terlindungi.

Dengan jumlah sasaran sekitar 181,5 juta jiwa, Pemerintah menargetkan Indonesia akan mencapai herd immunity pada Maret 2022.

“Apabila tidak aral melintang, hitungan kita Indonesia akan mencapai herd immunity pada Bulan Maret tahun depan,”

Menurutnya, hitungan ini merujuk pada ketersediaan vaksin COVID-19 di Indonesia. Saat ini jumlah vaksin yang telah terkonfirmasi sekitar 428 juta dengan tambahan cadangan sekitar 15%. Vaksin tersebut rencananya akan disuntikkan kepada 181,5 juta penduduk Indonesia.

Menteri Suharso mengimbau kepada masyarakat untuk terus mendukung program vaksinasi nasional sebagai bagian penting mengakhiri pandemi COVID-19. Pihaknya memastikan vaksin yang akan diberikan aman dan berkhasiat, karena telah melalui serangkaian pengujian ketat sesuai standar WHO.

“Vaksin Sinovac yang dipakai untuk program vaksinasi nasional tidak ada masalah, saya menghimbau seluruh masyrakat Indonesia kita bersama2 menyukseskan herd immunity sesegera mungkin, Insya Allah kita bisa segera mengatasi pandemi dengan baik,” harapnya.

Untuk memberikan perlindungan yang optimal, Menteri Suharso mengingatkan vaksinasi harus berjalan beriringan dengan protokol kesehatan ketat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli