Netral English Netral Mandarin
08:32wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Dilanda Duka Mendalam, KLB Kontra-AHY Lahirkan Ketum Moeldoko, SBY Berkabung

Jumat, 05-Maret-2021 22:59

Susilo Bambang Yudhoyono
Foto : Alinea.id
Susilo Bambang Yudhoyono
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kongres Luar Biasa PD Demokrat kubu kontra-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) akhirnya tetap berlangsung dengan hasil menetapkan Ketua Umum Demokrat Moeldoko.

Tentu saja hal ini sangat mengecewakan kubu AHY. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung memberikan respons terhadap kongres luar biasa (KLB) di Sumut (Sumatera Utara). SBY menyebut bangsa Indonesia berkabung.

"Hari ini kami berkabung, Partai Demokrat, Partai Demokrat berkabung, sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung, berkabung karena akal sehat telah mati, sementara keadilan supremasi hukum dan demokrasi sedang diuji," ujar SBY mengawali pidatonya, di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

Menurut SBY, KLB Demokrat yang digelar dan menetapkan Moeldoko sebagai ketum Demokrat tidak sah alias abal-abal. SBY kemudian menyebut KLB yang digelar di Sumut itu mendongkel dan merebut kursi Ketum PD dari kepemimpinan yang telah disahkan pemerintah.

"Hari ini 5 Maret 2021 KLB Partai Demokrat abal-abal KLB yang tidak sah dan tidak legal telah digelar di Deli Serdang, Sumut, KLB tersebut telah menobatkan KSP Moeldoko seorang pejabat pemerintahan aktif berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan, bukan kader Partai Demokrat alias pihak eksternal partai menjadi ketum Partai Demokrat. Mendongkel dan merebutnya dari ketua umum Partai Demokrat yang sah yang setahun yang lalu telah diresmikan oleh negara dan pemerintah," jelasnya.

SBY kemudian mengungkap keberadaan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya telah mengirim surat ke Presiden Jokowi soal keterlibatan Moeldoko dalam gerakan penggulingan kepemimpinan Demokrat.

Namun, SBY menyebut AHY menyampaikan pernyataan bahwa surat tersebut direspons miring.

"Mereka mengatakan Demokrat hanya mencari sensasi, Demokrat hanya play victim," ujar SBY.

Dalam konferensi pers ini hadir pula Ketum Demokrat AHY, Waketum PD Edhie Baskoro atau Ibas Yudhoyono, KaBakomstra PD Herzaky Mahendra Putra, hingga Waketum PD Benny K Harman.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan bahwa hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, yang digelar Jumat (5/3/2021), di Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, resmi mengukuhkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum periode 2021-2021.

"Menimbang dan seterusnya, memperhatikan dan seterusnya, menetapkan Jenderal (Purn) DR Moeldoko sebagai Ketua Umum DPP Demokrat hasil kongres luar biasa periode 2021-2025," kata pimpinan sidang Jhonny Allen, dalam video yang beredar. Baca Juga: Tolong... Demokrat Makin Panik Tolong, Sekarang Terjunkan Kader untuk Jegal Moeldoko di Bandara

Sementara itu, diketahui KLB Demokrat mengusulkan dua nama yakni Marzuki Alie dan nama Moeldoko.

Namun, Marzuki Alie mengundurkan diri dan dengan demikian secara otomatis menyatakan Moeldoko sebagai calon tunggal dan dinyatakan sebagai Ketua Umum DPP Partai Demorat hasil kongres luar biasa.

Sementara itu, Moeldoko melalui sambungan telepon mengucapkan terima kasih telah memilih dan mempercayakan dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Demorat, menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Saya berterimakasih, tapi sebelumnya ada beberapa pertanyaan saya kepada peserta forum, apakah pemilihan di kongres sudah dilakukan sesuai AD/ART partai?" katanya.

Lebih lanjut, ia juga mempertanyakan komitmen para kader dalam membesarkan partai. Ia juga berharap seluruh kader bersama-sama saling membantu di tengah pandemi Covid-19.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto