Netral English Netral Mandarin
17:13wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Kelalaian Telkomsel Terkuak, Denny: Gimana? Makan Rawon Kita?

Kamis, 04-Maret-2021 13:34

Denny Siregar dan kuasa hukumnya
Foto : Indeks News
Denny Siregar dan kuasa hukumnya
30

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Febriansyah Puji Handoko (27) terbukti bersalah membuka data pribadi Denny Siregar, pegiat media sosial (medsos). Mantan karyawan outsourcing Telkomsel ini dijatuhi hukuman 8 bulan penjara,

Denny Siregar memaknai keputusan sidang sebagai sesuatu yang sangat penting. 

"Bukti hukum bahwa Febri bersalah ini penting karena jadi acuan untuk membuktikan kelalaian Telkomsel. Dan memperkuat bukti untuk gugatan. Kenapa Telkomsel harus digugat ? Supaya ada efek jera dan tidak sembarangan dengan data nasabah," kata Denny, Rabu malam (3/3/21).

"Buat Telkomsel mungkin ini kecil. Dan mereka juga tidak perduli dengan berapa hukuman Febri. Tapi buat saya, ini besar. Karena jarang sekali kasus orang biasa melawan perusahaan raksasa. Resikonya sudah pasti juga besar. Jadi jangan sibuk menghitung menang kalah, selamat aja sudah luar biasa..," lanjutnya.

"Saya tidak akan berhenti, sampai semua bisa dijawab oleh Telkomsel. Biar jadi pelajaran berharga, untuk tidak sembarangan menjaga amanah.Gimana ? Makan rawon kita?" pungkas Denny.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

KASUS TELKOMSEL "Hukuman ditetapkan 8 bulan penjara.." Tok ! Hari ini tadi hakim mengetokkan palunya. 

Febriansyah, mantan pegawai customer service Telkomsel, akhirnya harus menjalani hukuman karena membobol data saya di Telkomsel  dan menyebarkannya ke akun opposite yang kemudian memviralkannya di media sosial.

Sejak kasus ini, saya sebenarnya sudah memaafkan Febri. Apalagi dia meninggalkan seorang istri dan anak kecil. Pendapatan utama cuman dari dia. Bayangkan, bagaimana keluarga mereka harus hidup sehari2 dengan bapak di dalam penjara?

Tapi tidak untuk Telkomsel. Ini perusahaan bukan hanya besar, tapi juga penting, karena memegang data jutaan pelanggan. Kalau sekelas Febri saja yang CS bisa membobol data Telkomsel, bagaimana nasib para pelanggan? 

Kebayang nasib hakim, jaksa, anggota densus, yang datanya dipegang Telkomsel dan mudah dibobol oleh teroris. Bisa terancam keluarga mereka.

Bukti hukum bahwa Febri bersalah ini penting karena jadi acuan untuk membuktikan kelalaian Telkomsel. Dan memperkuat bukti untuk gugatan. Kenapa Telkomsel harus digugat ? Supaya ada efek jera dan tidak sembarangan dengan data nasabah.

Buat Telkomsel mungkin ini kecil. Dan mereka juga tidak perduli dengan berapa hukuman Febri. Tapi buat saya, ini besar. Karena jarang sekali kasus orang biasa melawan perusahaan raksasa. Resikonya sudah pasti juga besar. Jadi jangan sibuk menghitung menang kalah, selamat aja sudah luar biasa..

Saya tidak akan berhenti, sampai semua bisa dijawab oleh Telkomsel. Biar jadi pelajaran berharga, untuk tidak sembarangan menjaga amanah.Gimana ? Makan rawon kita?

Febriansyah Dihukum 8 bulan

Sebelumnya diberitakan, hukuman dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Safri di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/3). Febriansyah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 48 ayat (3) UU Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Febriansyah Puji Handoko dengan pidana penjara selama 8 bulan," kata Safri.

Selain menjatuhkan hukuman 8 bulan penjara, majelis hakim juga mendenda Febriansyah sebesar Rp 2 juta. Jika tidak dibayar, dia harus menggantinya dengan 2 bulan kurungan.

Dalam persidangan ini, Febriansyah dihadirkan secara virtual dari Rutan Kelas 1 Surabaya. Setelah mendengar putusan itu, dia langsung menyatakan menerima.

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar Febriansyah dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Sebelumnya, Febriansyah ditangkap polisi karena membobol data pribadi milik Denny Siregar, pegiat media sosial. Aksinya pun sempat membuat Denny meradang lantaran data pribadinya diumbar ke publik.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto