Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:01wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Kasus Chat Mesum Habib Rizieq Dibuka Lagi, Novel: Kriminalisasi Ulama Secara Membabi Buta

Rabu, 30-December-2020 05:00

Foto :
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengomentari keputusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mencabut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat mesum dengan tersangka Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Novel berpendapat, keputusan PN Jaksel mencabut SP3 untuk melanjutkan proses hukum kasus tersebut, merupakan bentuk kriminalisasi ulama secara membabibuta.

"Kalau memang berlanjut jelas sangat memenuhi hasrat politik busuk para cukong yang memakai oknum aparat sebagai eksekutor untuk mengkriminalisasi ulama dengan membabibuta," kata Novel kepada netralnews.com, Selasa (29/12/2020).

Sebelumnya diberitakan, hakim praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan penyidikan kasus chat mesum yang menjerat Habib Rizieq dan Firza Husein dibuka kembali. Hal itu ditandai dengan dibatalkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polri pada 2018 lalu.

Perihal putusan praperadilan diungkapkan oleh kuasa hukum pemohon Aby Febriyanto. Ia menyebut, gugatan praperadilan itu memiliki nomor perkara: 151/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel, dansidang putusan berlangsung pada Selasa (29/12/2020).

Dalam putusannya, hakim memerintahkan Polda Metro Jaya sebagai tergugat untuk melanjutkan kasus chat mesum Habib Rizieq dan Firza Husein.

"Alhamdulillah, ada keadilan untuk kita. Pascaputusan praperadilan ini, kita minta semua pihak melaksanakan putusan tersebut, khususnya Polda Metro Jaya. Biar semuanya jelas," kata Febriyanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (29/12/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani