Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:41wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Katanya JKW Mau Cari Solusi? Terus Ngapain Impor Garam? TZ: Siapa yang Salah Produksi Amblas? Kadrun?

Senin, 22-Maret-2021 08:25

Tengku Zulkarnain
Foto : Terkini.id
Tengku Zulkarnain
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keputusan Pemerintah Indonesia mengimpor garam mendapat kritikan tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. 

Ia mengungkit semangat Jokowi yang tak ingin impor namun ternyata tetap saja impor garam. Tengku Zul akhirnya bertanya, siapa yang salah? Kadrun? 

"Pemerintah @jokowi putuskan impor garam 3 juta ton. Kebutuhan garam 4 juta ton. Produksi garam rakyat hanya 2 juta ton. "Dari dulu tdk pernah ada solusinya" ujar @jokowi. Terus ngapain impor 3 juta ton?" kata Zul, Senin (22 Maret 2021. 

“Siapa yg salah jika produksi amblas terus? Kadrun...?” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pemerintah akan mengimpor garam sebanyak 3 juta ton. Hal itu sudah diputuskan dalam rapat bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dia menjelaskan rapat dengan Menko Perekonomian dihadiri Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian. Tercatat bahwa berdasarkan neraca, stok produksi garam nasional 2,1 juta ton.

"Lalu kemudian impor (garam) diputuskan 3 juta," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (18/3/2021).

Dia menjelaskan kebutuhan garam terbesar ada pada industri manufaktur sekitar 3,9 juta ton, lalu aneka pangan 1,3 juta ton dan lain sebagainya 2,4 juta ton.

Pemerintah, lanjut dia akan memperbaiki dari sisi produksi, peningkatan produksi garam rakyat. Misalnya, yang sudah dilakukan di beberapa tempat adalah integrasi lahan garam untuk peningkatan produktivitas dari 60 ton per hektar per musim menjadi 120 ton per hektar per musim.

"Kemudian pembangunan gudang garam nasional dan penerapan resi gudang. Lalu bantuan revitalisasi gudang garam rakyat, perbaikan jalan produksi, perbaikan saluran," tambahnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto