Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:59wib
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati menghadapi potensi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang penugasan sebesar Rp1,27 triliun kepada perusahaan.
Kasus Covid-19 di India Meningkat, Sahroni: Imigrasi Jangan Sembarangan Izinkan WNA Masuk ke Indonesia

Jumat, 23-April-2021 14:00

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM jangan sembarangan mengizinkan masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia terutama kalau kondisi COVID-19 di negara asal masih sangat mengkhawatirkan.

 

"Ketika kasus COVID-19 di satu negara tengah melonjak, justru kewaspadaan kita harus dinaikkan," kata Sahroni di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

 

Hal itu dikatakannya terkait kedatangan 127 WNA asal India pada Kamis (22/4/2021). Kedatangan tersebut terjadi ketika kasus COVID-19 di India sedang meningkat yaitu mencapai 300 ribu kasus per hari. 

Sahroni mengatakan terkait kondisi di India sedang terjadi lonjakan kasus COVID-19 secara drastis sehingga seharusnya imigrasi memperbaharui informasi dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi.

 

"Imigrasi juga harus lebih berhati-hati dalam menerima WNA asal India. Jangan sampai menyebabkan lonjakan kasus juga di Indonesia," ujarnya.

 

Politisi Partai NasDem itu juga meminta pihak imigrasi selalu "update" dengan informasi dan kondisi COVID-19 di semua negara.

 

Menurut dia, kalau memang kasus COVID-19 di satu negara sedang tinggi, maka status pembatasan-nya harus dinaikkan, mulai dari pengetatan, hingga pelarangan masuk.

 

"Kalau memang kasus-nya sedang naik, harusnya pembatasan-nya lebih ketat. Ini tidak lain untuk melindungi warga dan para tenaga kesehatan di dalam negeri yang juga belum usai perjuangan melawan pandemik COVID-19," katanya.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli