Netral English Netral Mandarin
22:40wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Kang Emil Minta Jutaan Pramuka Tanam Padi di 1 Pot Rumah, Warganet Bingung

Jumat, 05-Februari-2021 18:00

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
Foto : Istimewa
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil mempertanyakan, kata siapa menanam padi haru di sawah. 

Mulai bulan depan, lime juta anak-anak anggota Pramuka Jawa Barat bahkan akan diberikan minimal 1 pot atau polybag padi. Pramuka lantas diminta untuk memelihara dan menanamnya di rumahnya masing-masing. 

"Bibitnya diberi, kemudian dipelihara oleh anak-anak pramuka dan hasilnya dibeli oleh Pemprov Jawa Barat," kata Kang Emil, dikutip dari unggahannya, Jumat (5/2/2021).

Menurut Kang Emil, program bermanfaat untuk melatih anak-anak kota kota untuk mulai berlatih urban farming. Harapannya, potensi krisis pangan bisa dihindarkan.

"Semoga dengan konsep ini, potensi krisis pangan karena covid bisa kami hindarkan," harap Kang Emil.

Menanggapi pernyataan Kang Emil, ada warganet yang bingung hingga heran dengan program tersebut. 

"Nanam padi hektaran aja ngga ada untung nya,, gmn nanam 1 pot pa gubernur, mohon pencerahannya biar rakyat bisa untung di sektor pertanian," kata  jenalarifi***, dikutip dari kolom komentar unggahan Kang Emil. 

"Dalam 1 pot itu mungkin ga sampe 1 liter kang , palingan oge kur 50 gram kang," kata alle.gunna***.

"Pas nanti panen cara ngupas padinya gimana kalo cuma 1 pot," tanya adityakrisn***. 

"Sayang beli pupuk nya aja kalo satu pot doangmah atuh pak merangna doang oge, ngga ada ide lain pak ?. Sayang banget sih ya lahan lahan persawahannya udah di kuasa sama sang penguasa jadi harus siap-siap nanem padi dipot. Hehehe," kata diki_badru***.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati