Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:49wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Kaesang Disebut Ghosting, Apa “sih” Artinya?

Minggu, 07-Maret-2021 18:20

Ghosting merupakan lari dari seseorang.
Foto : Very Well
Ghosting merupakan lari dari seseorang.
32

JAKARTA, NETRALENWS.COM - Lini Massa media sosial diramaikan dengan postingan Ghosting. Nama Kaesang Pangarep dilibatkan dalam dalam kata ghosting tersebut.

Konon, ia tak ada kabar selama sebulan sehingga tempat spesialnya yang sudah dipacari selama lima tahun Felicia mencari dan bahkan ibunya ikut memosting dan mempertanyakan kemana perginya Kaesang.

Melansir situs Urban Dictionary, ghosting adalah tindakan seseorang yang memutus semua jalur komunikasi dengan teman atau orang yang sedang mereka pacari.Namun ia memutus kontak hanya sepihak, secara tiba-tiba, dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dengan teman atau pasangan.

Orang yang melakukan ghosting biasanya akan menghindar dari telepon, sosial media, bahkan menghindar untuk bertemu secara fisik.

Kata ghosting ini sering sekali dipakai warganet di media sosial. Ghosting dipakai untuk menggambarkan pasangan yang menghilang tiba-tiba dan membuat yang ditinggalkan merasa dihantui.

"Gimana nggak, lagi sayang-sanyangnya eh pergi tiba-tiba, ga ngasih kabar, mau ditinggalin takutnya masih sayang, mau bertahan tapi gak ada kejelasan. Siapa sih orang yang dalam kondisi di ghosting?."

Mungkin sekilas kata ghosting ini istilah upgrade untuk kosa kata “gantung” yang lebih dulu populer. Sama-sama hubungannya gak jelas, dan digantungin.

Handoko Chung dalam posting Twitternya, Minggu, (7/3/202), menyebutkan istilah yang sedang populer belakangan “ghosting,” artinya: menghilang pelan-pelan, mengabaikan, terutama ketika sudah tidak tertarik.

Disebut ghosting juga mungkin karena orang-orang yang melakukan ini bikin jadi menghantui pikiran.

Seorang warganet dalam Quora  menyebutkan, ghosting adalah suatu keadaan dimana seseorang tiba-tiba menghilang, padahal sebelumnya mungkin baik-baik saja. Ia membagikan pengalamannya ketika teman kencannya menghilang. Ia menulis surat terbut sebagai berikut:

Saya pernah bertemu seseorang lewat aplikasi kencan. Sebut saja namanya R. Si R ini benar-benar asik buat diajak ngomong. Mungkin dia adalah orang ketiga yang dengan cepat bisa menjadi teman baik saya.

Dari A ke Z, nampaknya pembicaraan kita ga ada habisnya. Bahkan kita sudah sempat ketemu 2 kali. Itupun ga ada gejala sama sekali dia mau cut-off hubungan kami. Entah mengapa, tiba-tiba dia menghilang begitu saja.

Waktu itu, kalau ga salah lagi ngobrol soal musik. Kemudian, tiba-tiba dia tidak membalas lagi pesan saya. Awalnya saya mau tanya langsung, tapi nampaknya kok ga etis, jadi saya diamkan saja.

Kemudian, selang sebulan kemudian tiba-tiba dia nongol lagi. Waktu itu memang saya sengaja pancing lewat status whatsapp saya. Dari situ, kita mulai lancar lagi ngobrolnya. Sampai suatu saat, belum lama ini, dia menghilang lagi.

Sebelum dia menghilang, sebenarnya kita sudah ada wacana mau ketemu dua kali, karena memang dia ada acara di kampus saya. Bahkan tanggalnya dia sudah kasih tahu ke saya. Hingga akhirnya pada hari H-1, saya tanya si R, apakah kita jadi meetup? Ternyata tidak dibalas.

Bahkan sampai H+7 pun, dia tidak membalas pesan saya. Saya sungguh bingung, maksud dia apa? Apakah betul sibuk? Atau memang secara halus dia ingin mengatakan kepada saya bahwa dia tidak ingin bertemu lagi dengan saya? Saya sama sekali tidak mengerti.

Namun, terlepas dari itu semua, saya pikir ada beberapa hal yang memang membuatnya seperti itu:Dia sibuk. Mungkin, dia merasa super super sibuk sampai harus mengorbankan saya.

Dia tidak jujur sama saya. Mungkin, dia tidak benar-benar tulus ingin berteman dengan saya. Mungkin, selama ini dia menutupi jati dirinya, sehingga ketika dia sudah tidak tahan lagi untuk berbohong, dia memutuskan untuk ghosting saya.

Dia merasa saya adalah gangguan. Mungkin, selama ini saya membuat suatu kesalahan yang membuatnya tak lagi ingin menghubungi saya. Tapi sampai detik ini pun, saya tidak tahu apa kesalahan saya sampai membuatnya ghosting saya.Sekarang, saya mencoba untuk tidak lagi memikirkan hal tersebut. Bagi saya, dia hanyalah seseorang yang secara kebetulan pernah ada dalam hidup saya. Sangat disayangkan, jika seseorang yang saya pikir bisa menjadi teman dekat, ternyata menghilang begitu saja tanpa ada pemberitahuan suatu apapun juga.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani