Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:00wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Jokowi Teken Aturan Penceramah Cegah Ekstrimisme, DS: Biar Kayak Haikal, Sugik, Maheer Apalagi Rizieq Mainkan Agama

Rabu, 20-January-2021 11:15

Pegiat Medsos Denny
Foto : Istimewa
Pegiat Medsos Denny
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar (DS) mendukung pemerintah yang telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) 7/2021.

Adapun aturan itu mengatur tentang Penceramah dan Pengelola Rumah Ibadah Akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme.

Menurut Denny, sudah saatnya tokoh-tokoh yang dituding sebagai penceramah radikal seperti Haikal Hassan, Sugik Nur, atau Ustad Maheer serta Habib Rizieq Shihab bisa dibina lagi.

"Sudah saatnya. Biar orang2 kayak haikal hassan, sugik nur, maheer apalagi riziek gak seenak udelnya mainkan agama untuk kepentingan perutnya," tulisnya.

Seperti dilansir, Pemerintah berencana memberikan pelatihan kepada penceramah dan pengelola rumah ibadah agar memiliki pemahaman terhadap pencegahan tindakan ektremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di masyarakat.

 

Hal itu termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2021 (RAN PE).

Berdasarkan salinan Perpres yang didapat dari situs resmi Sekretariat Negara, pelatihan tersebut hendak diadakan karena dibutuhkannya peningkatan kapasitas komunitas masyarakat, khususnya komunitas rumah ibadah dalam merespons ektremisme.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati