Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:52wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Jokowi Minta Dikritik, TZ: Tapi Kenapa Pendukung Bapak Ndablek Banget Ya?

Kamis, 11-Februari-2021 22:40

Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
Foto : PA 212
Eks wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mengaku terkagum-kagum dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah.

"Pak @jokowi anda minta dikritik keras dan pedas. Itu membuat saya dan seluruh dunia terkagum-kagum," tulis Tengku di akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Kamis (11/2/2021).

Namun demikian, Tengku Zul merasa heran dengan pendukung Jokowi yang tidak mendengarkan perintah dan keinginan Presiden itu alias ndableg (dalam bahasa Jawa yang berarti tidak memperhatikan orang yang menyuruh atau menasihati).

"Tapi kenapa mereka yang mengaku pendukung bapak kok tidak mendengarkan perintah dan keinginan bapak untuk dikritik, ya? Kenapa mereka NDABLEK banget, ya pak...? Malah mau mengadukan?" tanya Tengku Zul.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah. Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidatonya di acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, Presiden jugameminta pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jokowi ingin pelayanan publik semakin baik di masa mendatang. Dia berharap seluruh pihak ikut ambil bagian dalam mewujudkannya.

"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, ataupun potensi maladministrasi, dan para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Presiden Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan pemerintah membutuhkan kritik yang pedas dan keras dari publik, khususnya pers. Pramono mengibaratkan kritik media massa ini sebagai jamu.

"Bagi pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga. Dan bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu. Menguatkan pemerintah,” kata Pramono dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (9/2/2021).

"Pemerintah memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun dengan lebih terarah dan lebih benar," ungkap Pramono.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani