Netral English Netral Mandarin
01:20wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Jokowi Hadiri Nikahan Atta-Aurel, Gus Sahal: Gak Bisa Dibela, Tidak Peka, Akun Sesneg Juga Ngawur

Senin, 05-April-2021 19:00

Presiden Joko Widodo saat menghadiri pernikahan Atta Halilintar dan Aurel.
Foto : Setneg
Presiden Joko Widodo saat menghadiri pernikahan Atta Halilintar dan Aurel.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernikahan selebritas Atta Halilintar-Auerl Hermansyah di masa pandemi Covid-19, mendapat kritik dari banyak pihak, salah satunya Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal (Gus Sahal).

Gus Sahal menilai, kehadiran Presiden di pernikahan Atta-Aurel menunjukkan ketidakpekaan terhadap situasi bangsa yang dilanda pandemi.

Menurutnya, apa yang dilakukan Jokowi itu tidak bisa dibela, sekalipun dengan alasan Presiden telah divaksin dan mentaati protokol kesehatan.

"Kehadiran Pak Jokowi ke pernikahan Atta-Aurel ga bisa dibela. Meski taat prokes dan udah divaksin, tetep ga peka," tulis Gus Sahal di akun Twitternya, Senin (5/4/2021).

Selain itu, Gus Sahal juga menyoroti akun twitter resmi Sekretariat Negara, @KemensetnegRI yang mengunggah empat foto dokumentasi momen Presiden Jokowi menjadi saksi pernikahan Atta-Aurel pada Sabtu (3/4/2021).

"Akun Setneg yang upload juga ngawur," sindir @sahal_AS.

Lebih lanjut, Gus Sahal berpendapat seharusnya Presiden Jokowi bisa menjadi saksi pernikahan Atta-Aurel via online dan tidak perlu hadir langsung dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan itu.

"Kenapa sih Jkw ga hadir virtual aja, jadi saksi nikah via zoom, tayang di youtube. Setidaknya ini bisa jadi soal fikih yang seru," ungkap Gus Sahal.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian