Netral English Netral Mandarin
01:53wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Jokowi Bikin Blunder, Fans Kecewa Berat, Ade: Sama Sekali Tidak Sensitif dengan Kondisi Indonesia

Rabu, 07-April-2021 08:46

Ade Armando dan Presiden Jokowi
Foto : Kolase Tribunnews
Ade Armando dan Presiden Jokowi
12

JAKARTA, NETYRALNEWS.COM - Fans Presiden Joko Widodo kecewa berat dengan keputusan Jokowi menghaqdiri acara pernikahan Atta-Aurel yang penuh kemewahan di satu sisi sementara di sisi lain Indonesia sedang prihatin dengan situasi pandemi.

Tak hanya itu, acara yang menurut warganet bersifat pribadi diunggah di akun kelembagaan seolah acara dinas. Maka tak heran bila pendukung militannya pun memberikan kritik tajam. 

Salah satunya kritik dari dosen Universitas Indonesia, Ade Armando. 

“Kami fans Jokowi. Tapi kami wajib sih mengeritik kehadiran Presiden di acara pernikahan Atta Aurel yang penuh kemewahan dan sama sekali tidak sensitif dengan kondisi Indonesia,” kata Ade Armando, Rabu (7/4/21). 

“Pengatur acaranya Jokowi ni siapa sih?”  katanya sambil mengunggah tautan video di Channel Cokro TV.

“Kedatangan Presiden Jokowi ke pernikahaan Atta-Aurel menimbulkan kontroversi. Soalnya situasi sedang pandemi. Apalagi ketika Sekretariat Negara ikut memposting hal itu di medsosnya. Netizen terbelah. Bagaimana Cokro TV menyikapinya?” demikian gambaran isi pernyataan dalam video yang ia unggah. 

Secara lebih detail silakan simak lebih lanjut  di Cokro TV “Yang Lagi Viral: HADIRNYA JOKOWI DI NIKAHAN ATTA-AUREL JADI BLUNDER DEH.”

Sebelumnya diberitakan, kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai saksi nikah Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah panen sindiran dan cibiran.

Akad nikah Atta-Aurel digelar di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/4) kemarin.

Pasalnya, apa yang dilakukan Jokowi dinilai bertolak belakang dengan selama ini yang digembor-gemborkan.

Sebab, pemerintah selama ini melarang pesta-pesta atau kegiatan yang mengundang kerumunan.

Suara-suara sumbang itu banyak disuarakan di media sosial Twitter sejak kemarin.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto