Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:36wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Produk Tanah Air, Begini Respon Bupati Bogor

Jumat, 05-Maret-2021 04:00

Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin.
Foto : Indonews
Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin.
35

CIBINONG, NETRALNEWS.COM -  Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin mendukung penuh instruksi Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk mencintai produk-produk tanah air.

"Mendengar pernyataan Pak Presiden saya sangat setuju dan mendukung. Kita juga kan punya program yang mendukung UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Kamis (4/3/2021).

Pasalnya, Ade Yasin juga saat ini sedang menggandeng beberapa perusahaan ritel untuk wajib memasarkan produk UMKM asal Kabupaten Bogor.

"Produk UMKM yang ada di Kabupaten Bogor ini sudah layak dan bagus. Oleh karenanya kami mengharuskan agar Alfamart mau memasarkan produk UMKM tersebut," ujar Ade Yasin.

Ia berharap, para pengusaha UMKM di Kabupaten Bogor akan terus memperbaiki kualitasnya, kemudian bisa meningkat jadi UKM, bahkan korporasi.

"UMKM yang ada pun harus terus dilatih dan ada inkubasi terhadap pelaku UMKM yang dibina untuk nantinya mendapatkan modal sehingga bisa meningkat dari UMKM menjadi UKM bahkan menjadi corporate," tuturnya.

Di samping itu, juga menyuarakan program gerakan bela dan beli produk lokal. Gerakan yang ia gagas langsung itu mulai direalisasikan pada tahun 2019. Seluruh ASN di Kabupaten Bogor wajib membeli beras produksi petani Bogor, yaitu Beras Carita Makmur.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dalam agenda Rapat Kerja dengan Kementerian Perdagangan RI, meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mengagungkan dan mencintai produk lokal. Jokowi bahkan secara terang-terangan meminta agar dilakukan kampanye untuk benci produk asing.

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis, justru diisi dari brand-brand luar negeri. Ini harus mulai geser. Mereka digeser ke tempat yang tak strategis. Tempat yang strategis, yang baik, berikan untuk brand-brand lokal," jelasnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa branding produk lokal harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibanding luar negeri.

"Karena penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. 270 juta adalah pasar yang besar. Ajakan-ajakan untuk cinta produk kita sendiri harus terus digaungkan," kata Presiden Jokowi.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli