Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:31wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
JK Yakin JKW Tak Restui Aksi Moeldoko, Said Didu Sebut JKW Menyisakan Ruang Ketidakpercayaan 

Senin, 15-Maret-2021 14:20

Kolase Presiden Jokowi dan Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Kolase Presiden Jokowi dan Muhammad Said Didu
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jusuf Kalla menyatakan dirinya yakin bahwa Presiden Jokowi tak merestui apa yang telah dilakukan oleh Moeldoko. 

Namun, Muhammad Said Didu buru-buru mengoreksi pernyataan JK. Menurutnya, Jokowi tetap menyisakan ruang ketidakpercayaan bagi para politisi. Sayangnya, Didu tidak menjelaskan apa yang dimaksud. 

"Sisakan ruang ketidakpercayaan kepada politisi," kata Said Didu pendek melalui akun Twitternya, Senin (15/3/21).

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, nasihat, pandangan, dan petunjuk diberikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan rombongan yang berkunjung ke kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (14/3).

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengisahkan bahwa JK sudah menganggap AHY seperti anaknya sendiri.

JK, sambung Syahrial, juga menyampaikan keheranan atas apa yang menimpa Partai Demokrat. Pasalnya, sepanjang pengalamannya dalam menemui sejulah perpecahan di tubuh parpol, baru kali ini ada cara-cara kasar terjadi dengan melibatkan orang luar partai.

“Sangat ambisius dan menjabat di pemerintahan,” tiru Syahrial Nasution kepada wartawan, Senin (15/3).

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, JK menceritakan konflik internal yang pernah dialami PKB, Golkar, dan PPP.

Menurutnya, tidak ada satu pun melibatkan orang luar partai. Sehingga relatif mudah mencari jalan keluarnya.

Namun demikian, keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai orang luar partai, menjadikan perpecahan sulit dikendalikan.

Terlepas dari itu, JK memastikan bahwa Presiden Joko Widodo tidak ikut cawe-cawe dalam aksi Moeldoko.

“Saya yakin Pak Presiden Jokowi tidak mau melibatkan diri. Ini cuma perbuatan Moeldoko. Saya minta Mas Agus (AHY) banyak bersabar, karena insya Allah akan selesai dengan baik,” kata Syahrial menirukan JK menasihati Ketua Umum AHY.

JK juga memastikan bahwa tokoh-tokoh bangsa negeri ini, seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak akan rela jika demokrasi bangsa dirusak. Semuanya saling membantu dan punya perhatian besar terhadap proses yang terjadi.

“Seperti komitmen saya dengan Pak SBY. Sewaktu 2009 kami berdua berjanji, apa pun yang terjadi dengan bangsa ini ke depan, apabila ada masalah maka kita akan saling bantu. Begitu pun saya dengan Ibu Mega. Itu saja komitmen kami,” demikian kata JK seperti dituturkan Syahrial.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto