Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:50wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Jika Siswi Nonmuslim Dipaksa Berjilbab, Haikal: Benar-benar Langgar Alquran dan Konstitusi

Minggu, 24-January-2021 23:00

Haikal Hassan Baras, Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center.
Foto : Istimewa
Haikal Hassan Baras, Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan mengomentari kabar siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, dipaksa memakai jilbab.

Menurut Haikal, jika benar ada yang meminta dan memaksa siswi nonmuslim berjilbab, maka hal itu melanggar Alquran dan konstitusi serta mencederai harmonisasi keberagaman.

"Kalau benar ada yang meminta dan maksa siswi non-Muslim berhijab... ini benar- benar melanggar alQuran itu sendiri, sekaligus melanggar konstitusi dan mencederai harmonisnya keberagaman," tulis Haikal di akun Twitter-nya, Minggu (24/1/2021).

Sebelumnya, kasus dugaan pemaksaan siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang untuk berjilbab jadi viral setelah beredar video adu argumen antara orang tua siswi nonmuslim yang menolak berjilbab dengan pihak sekolah.

Dalam video itu, pria berinisial EH yang merupakan orangtua siswi, JCH, mempertanyakan alasan sekolah negeri membuat aturan mewajibkan berjilbab termasuk bagi siswi nonmuslim.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri," kata EH.

“Ini agama saya. Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan bahwa penggunaan jilbab bagi siswi merupakan aturan sekolah.

Video tersebut diunggah di akun Facebook EH. Ia juga memposting surat pernyataan yang ditandatangani dia dan putrinya yang menolak berjilbab.

Dalam surat tertanggal (21/1/2021) itu tertulis EH dan putrinya menyatakan: "Tidak bersedia memakai kerudung seperti yang telah digariskan oleh peraturan sekolah, serta bersedia untuk melanjutkan masalah ini dan menunggu keputusan dari pejabat yang lebih berwenang".

Setelah heboh kasus JCH, belakangan terungkap bahwa selama ini ada puluhan siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang yang memakai jilbab karena mengikuti aturan yang berlaku di sekolah itu. Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan langsung dari Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi.

Rusmadi mengatakan, ada 46 siswi nonmuslim yang berada di SMK Negeri 2 Padang. Ia menyebut seluruh siswi nonmuslim di sekolah tersebut mengenakan hijab dalam aktivitas sehari-hari kecuali JCH, siswi yang viral karena menolak mengenakan jilbab.

"Secara keseluruhan, di SMK Negeri 2 Padang, ada 46 anak nonmuslim, termasuk Ananda Jeni (JCH). Semuanya mengenakan kerudung seperti teman- temannya yang muslim (kecuali JCH). Senin sampai Kamis, anak-anak tetap menggunakan kerudung walaupun nonmuslim," kata Rusmadi, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, pihak sekolah tak pernah melakukan paksaan apa pun terkait pakaian seragam bagi nonmuslim. Dia mengklaim siswi nonmuslim di SMK tersebut memakai hijab atas keinginan sendiri.

"Tidak ada memaksa anak-anak. (Di luar aturan sekolah), memakai pakaian seperti itu adalah juga keinginan anak-anak itu sendiri. Kami pernah menanyakan, nyaman nggak memakainya. Anak-anak menjawab nyaman, karena semuanya memakai pakaian yang sama di sekolah ini, tidak ada yang berbeda," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP