Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:48wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Jerry: Buzzer Tak Ada Guna dan Hanya Merusak, Mereka Kerap Cuci Otak Publik

Sabtu, 13-Februari-2021 16:40

Foto :
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Politik Jerry Massie berpendapat, pendengung atau buzzer tidak ada gunanya dan hanya merusak ruang publik. 

Hal tersebut disampaikan Jerry mengomentari aksi buzzer di media sosial yang dipersoalkan sejumlah tokoh dan politisi oposisi lantaran menyerang para pengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

"Saya nilai buzzer ini tak ada gunanya hanya merusak saja," kata Jerry kepada netralnews.com, Sabtu (13/2/2021). 

Karenanya, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini mengusulkan agar buzzer dibubarkan lantaran banyak sisi buruknya. 

"Saya kira (pengunaan jasa buzzer) itu hanya di Pilpres, setelah pilpres bubarkan saja. Ada banyak sisi buruk dari buzzer ini," ujar Jerry. 

Menurutnya, buzzer kerap membabi buta membela pemerintah dengan menyerang para pengkritik, padahal bisa saja kebijak yang dibuat pemerintah itu melenceng atau keliru sehingga perlu dikritik. 

"Mereka saya identikan akan membela pemerintah yang kadang kebijakan melenceng atau keliru," ungkap Jerry. 

Para buzzer, lanjut Jerry, kerap "mencuci otak" publik dengan narasi-narasi yang dibangun di media sosial, meskipun narasi tersebut belum tentu benar. 

"Mereka kerap brain wash, mencuci otak publik. Mereka seperti bak pahlawan pembela kebenaran atau patriot," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati