Netral English Netral Mandarin
14:40wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Jelang Ramadan, Harga Telur Ayam Ras di Makassar Bergerak Turun

Senin, 05-April-2021 06:25

Ilustrasi pedagang telur
Foto : Istimewa
Ilustrasi pedagang telur
2

MAKASSAR, NETRALNEWS.COM - Harga telur ayam ras yang diperjualbelikan di pasar tradisional dan swalayan di Makassar mulai bergerak turun menjelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. 

Hal itu diakui sejumlah pedagang di pasar tradisional Makassar, Minggu (4/4/2021), yang selama ini menjadi acuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel dan Bank Indonesia Wilayah Sulsel dalam menentukan inflasi. 

Menurut pedagang di Pasar Terong, Makassar Hj Hariani mengatakan, harga telur ayam ras per rak rata-rata dijual Rp40 ribu per rak dari harga sebelumnya Rp45 ribu per rak. 

Penurunan harga itu, karena pasokan cukup tersedia dari peternak ataupun distributor yang menjadi penghubung antara peternak dan pedagang. 

Hal senada dikemukakan pedagang di Pasar Pannampu, Makassar Nurbaya. 

Dia mengatakan, harga telur ayam ras sejak memasuki April 2021 mulai terus menurun dari harga Rp45 ribu per rak, turun menjadi Rp43 ribu per rak pekan lalu dan hari ini sudah Rp40 ribu per rak. 

Hal itu diikuti dengan harga daging ayam broiler per ekor yang biasanya Rp35 ribu per kilogram, turun menjadi Rp30 ribu per kg. 

Menurut Kadis Perindag Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo, penurunan harga sembako seperti telur dan ayam broiler di lapangan, karena salah satu upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan harga dengan terus memantau pasokan dari pihak produsen ke konsumen. 

"Selain itu juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dari masing-masing sentra produksi komoditas tertentu," katanya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati