Netral English Netral Mandarin
16:39wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Jangan Isi Oli Kendaraan Lewat Batas Maksimum, Begini Efek Buruknya bagi Mesin

Jumat, 19-Maret-2021 20:20

Ilustrasi pengecekanoli mesin kendaraan.
Foto : qmotor.com
Ilustrasi pengecekanoli mesin kendaraan.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mesin memerlukan oli untuk bekerja, hal itu bertujuan agar tidak terjadi gesekan berlebih antar komponen mesin yang bergerak ratusan hingga ribuan kali per menit.

Karena itu, oli mesin harus terus dijaga baik kuantitas maupun kapasitasnya dengan melakukan servis rutin.

Lalu, pernahkah Anda berpikir untuk mengisi oli sepenuh mungkin sampai melebihi batas maksimum? Jika ya, buang pemikiran itu jauh-jauh.

Penting Anda ketahui, saat oli diisi sampai melebihi batas maksimum, komponen harus bekerja ekstra karena oli membanjiri internal mesin.

Bahwa oli pun harus bekerja di bawah tekanan. Pada kondisi normal, tekanan oli akan normal dan mesin bekerja seperti sediakala.

Tapi bila terlalu banyak oli, tekanan yang dialami mesin akan melebihi batas. Jika tekanannya sangat tinggi, komponen internal pun bisa mengalami kerusakan.

Selain itu, paking atau gasket pada mesin baik di karter oli, engine head, dan paking lainnya, bisa mengalami kebocoran karena mengalami tekanan yang terlalu besar. 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani