Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:00wib
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dalam kasus dugaan pelanggaran kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat. Mabes Polri mengklaim ada 1.864 kasus yang ditangani menggunakan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) sepanjang 100 hari kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat.
Jangan Abaikan Jadwal Imunisasi Rutin Anak Meski Masih Ada Pandemi, Seperti Ini Risikonya

Jumat, 23-April-2021 03:00

Ilustrasi suntikan vaksin.
Foto : freepik.com
Ilustrasi suntikan vaksin.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cukup banyak orang tua yang takut membawa anaknya ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan imunisasi di tengah merebaknya pandemi COVID-19 saat ini. Akibatnya, anak-anak tidak mendapatkan vaksinasi secara lengkap dan tepat waktu.

Anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap dan sesuai jadwalnya itu malah berpotensi mendorong timbulnya wabah baru.

Imunisasi adalah layanan kesehatan yang penting untuk melindungi masyarakat. Dengan memberikan imunisasi secara tepat waktu, masyarakat dapat tetap terlindungi.

Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi Dokter Spesialis Anak/ITAGI menyatakan semua negara mengakui imunisasi itu aman dan bermanfaat, untuk mencegah sakit berat, cacat, dan kematian. 

“Oleh karena itu, negara-negara berusaha memberikan vaksin gratis kepada rakyatnya, supaya bayi balita anak hingga remaja terhindar dari kesakitan dan kematian,” ujarnya dalam sebuah acara dialog, Kamis (22/4/2021).

Penyakit seperti difteri, campak, pneumonia, masih ada dan perlu ditekan penularannya. Sebelum pandemi COVID-19 banyak bayi yang terancam oleh penyakit tersebut, sementara di masa pandemi saat ini seolah-olah penyakit tersebut berkurang. 

“Tapi sebenarnya apabila vaksinasi tidak dilakukan lengkap, terutama bagi bayi-bayi yang lahir sejak tahun 2020, bisa berpotensi ada wabah baru selain COVID-19”, terang Prof. Soedjatmiko seperti dikutip dari laman covid19.go.id.

Sementara itu, Rizky Ika Safitri, Communication for Development Specialist UNICEF, Indonesia telah melakukan survei di awal pandemi bersama Kementerian Kesehatan. 

“Ada lebih dari 5.000 posyandu dan puskesmas yang sudah, mengaku mengalami gangguan seperti misalnya sebagian layanan imunisasi rutin terhenti, orang tua juga khawatir membawa anak untuk diimunisasi karena di masa pandemi COVID-19 seperti ini,” terangnya.

Untuk itu, pemerintah melalui Kemenkes mengeluarkan panduan tentang pelayanan imunisasi di puskesmas dan posyandu. 

Ada empat hal yang menjadi poin penting, “Harus jaga jarak, dipisah antara pasien COVID-19 dan bukan, jadwalnya diatur agar datang tidak berkerumun, dan ditekankan untuk menjaga protokol 3M kepada semua nakes dan pasien yang ada di puskesmas dan posyandu,” ujar Rizky.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP