Netral English Netral Mandarin
04:12wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Vaksin Nusantara Diklaim Ciptakan Antibodi Seumur Hidup, Tak Disangka Begini Kata Profesor Zubairi

Jumat, 19-Februari-2021 09:46

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban.
Foto : Twitter @ProfesorZubairi
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban angkat bicara terkait isu vaksin nusantara yang diklaim mampu menciptakan antibodi seumur hidup. 

Dia mempertanyakan bukti dari klaim tersebut. Pasalnya, data uji klinis fase duanya saja belum ada, apalagi fase tiga. 

"Mana buktinya?," tanya dia, dikutip dari cuitannya, Jumat (19/2/2021).

Dia tegaskan, apabila mau bicara klaim, tentu harus dengan data dan harus dengan evidence based medicine. "Jangan membuat publik bingung," sambung dia.

Bahkan para ahli dunia pun belum bisa menjawab apakah vaksin Moderna atau Sinovac atau Pfizer antibodinya tahan berapa lama. 

Tidak ada itu klaim yang mereka sampaikan bahwa antibodi dari vaksin-vaksin tersebut bisa bertahan enam bulan, satu tahun, apalagi seumur hidup.

"Sekali lagi, saya mendukung upaya eradikasi, seperti vaksin. Tapi perlihatkan kepada publik datanya. Biar tak gaduh," kata dia.

Dia ketahui, Vaksin Influenza saja bertahan kurang lebih setahun karena dipengaruhi mutasi virusnya. 

"Dus, saya tak tahu motif klaim vaksin nusantara itu. Ada yang tahu?," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP