Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:26wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Isu Presiden 3 Periode, Satire Muannas: Kalau Rizal Ramli Mau Sebar Hoax Jangan Nanggung...

Rabu, 17-Maret-2021 20:55

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid 
Foto : Istimewa
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid 
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid menanggapi pernyataan ekonom senior Rizal Ramli yang menuding ada pihak yang ingin memaksakan diri menjadi presiden tiga periode padahal kinerja memble, ekonomi dan kesejahteraan rakyat anjlok, demokrasi nyungsep, serta KKN dan dinasti kian menjadi.

Melalui akun Twitternya, Muannas mengingatkan Rizal Ramli bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan menolak wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Karenanya, bernada satire, Muannas menyebut jika Rizal Ramli ingin terus menyebar hoaks untuk menyerang Jokowi dengan isu penambahan masa jabatan presiden, maka jangan tanggung- tanggung. Bila perlu, lanjutnya, Rizal bisa membuat isu bahwa Jokowi mau menjabat 5 periode atau bahkan seumur hidup.

"Sikap pak @jokowi sudah jelas menolak, jadi Pak @RamliRizal kalau mau menyebarkan hoax jangan nanggung, sekalian 5 periode atau seumur hidup, kayak waktu anda cerita soal Ratna Sarumpet dipukulin itu loh (emoji tertawa)," cuit @muannas_alaidid, dikutip netralnews.com Rabu (17/3/2021).

Seperti diketahui, wacana masa jabatan presiden 3 periode yang sempat mencuat pada akhir 2019 lalu, kini kembali ramai dibicarakan setelah disinggung pendiri Partai Ummat Amien Rais beberapa hari lalu.

Amien Rais curiga rezim saat ini tengah memainkan skenario untuk mengamendemen satu atau dua pasal dalam UUD 1945 soal ketentuan masa jabatan presiden dengan tujuan agar Jokowi bisa menjadi presiden tiga periode.

Isu itu pun ikut digulirkan sejumlah tokoh dan politisi, salah satunya mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Ia menuding ada pihak yang ingin menjabat presiden tiga periode, padahal kinerja memble, ekonomi dan kesejahteraan rakyat anjlok, hingga demokrasi nyungsep.

"Ada yang kepengin 3x, padahal melanggar UUD. RI bisa bubar, wong kinerja memble, ekonomi & kesejahteraan rakyat anjlok. Demokrasi nyungsep. KKN+Dinasti semakin menjadi. Mungkin kalau lebih nekad & lebih cerdas dari Putin, atau prestasi lebih hebat dari Xi Jinping, bolehlah mimpi (emoji tertawa)," tulis Rizal Ramli di akun Twitternya, Senin (15/3/2021).

Menanggapi isu itu, Presiden Jokowi kembali menegaskan jika dirinya tidak berminat menjadi presiden selama tiga periode. Ia menyebut, konstitusi telah mengamanatkan masa jabatan presiden maksimal dua periode. 

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/3/2021).

Jokowi pun mengingatkan agar jangan membuat isu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan baru. Sebab, saat ini yang terpenting adalah fokus pada penanganan pandemi. "Jangan membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," ujarnya.

Pernyataan Jokowi itu kembali dikomentari oleh Rizal Ramli. Ia mengaku tidak percaya dengan dengan apa yang disampaikan Jokowi. Pasalnya, menurut Rizal, ucapan dan tindakan Presiden Jokowi sering bertolak belakang.

"Soal 3x, ada bantahan resmi dari Mas @jokowi. Masalahnya adalah track record antara ucapan vs tindakan yang sering bertolak belakang. Yo ra percaya," tulis @RamliRizal, Selasa (16/3/2021).

"Maaf geh omongane sering kewolak walek terus piye le arep percoyo. Mungkin harus bikin pernyataan diatas meterei kali ya?" sindir eks Menko Perekonomian era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati