Netral English Netral Mandarin
04:25wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Intan Wisni Ungkap Alasan Terbata-bata dan Gunakan Penerjemah di Ajang Miss Eco International

Kamis, 08-April-2021 12:30

Foto : Instagram Intan Wisni
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Baru-baru ini viral di media sosial, Wakil Indonesia di Miss Eco Internasional bernama Intan Wisni. Penampilannya di ajang internasional itu menjadi buah bibir karena tampil terbata-bata dan menggunakan penerjemah saat menjawab pertanyaan dari salah satu juri. 

Tampak seorang juri pria sempat menanyakan terkait dengan isu imigrasi pada Intan dalam bahasa Inggris. Intan kemudian mendengarkan pertanyaan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh seorang penerjemah pria di belakangnya. 

Intan sempat terdiam sejenak dan wajahnya berubah gugup dan kebingungan. Di sisi lain waktu terus berputar dan Intan terlihat berusaha keras berfikir untuk menjawab pertanyaan. 

Alhasil, Intan menjawab pertanyaan juri dengan terbata-bata. Dia juga menjawab dengan bahasa Indonesia dan beberapa patah kata dalam bahasa Inggris. 

Baca Juga :

Jawaban bahasa Indonesia Intan lantas diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah. Sama seperti Intan, penerjemah juga nampak terbata-bata kesulitan menerjemahkan jawaban Intan pada juri. 

“Maaf atas jawaban saya yang jauh dari sempurna dan pakai translator. Saya syok masuk 10 besar dan di belakang panggung situasinya hectic dan saya orangnya panikan,” ujar Intan pada sebuah unggahan klarifikasinya. 

Intan ungkap, alasan dirinya menggunakan bahasa Indonesia saat menjawab pertanyaan juri karena takut terbata-bata ketika menjawab dengan bahasa Inggris. Selain itu dia juga syok karena menerima pertanyaan seputar politik padahal isu yang dia kuasai adalah tentang wanita dan lingkungan. 

“Saya tidak menyangka (memperoleh pertanyaan) seputar politik dan imigrasi. Maaf, (perjalanannya) hanya sampai sini, terima kasih atas dukungan kalian,” ujarnya. 

Tidak sampai di situ saja, Intan juga jelaskan bahwa dirinya memiliki trauma menggunakan bahasa Inggris di depan publik. Dia mengaku pernah menerima perundungan atau bully terkait hal itu, hingga akibatkan dirinya stress. 

Keadaan itu juga yang membuatnya ingin menantang diri untuk maju dan berjuang pada ajang internasional. Alasannya untuk menantang diri menjadi lebih baik, namun dirinya alami traumatik mengingat perundungan yang pernah dia alami. 

“Aku mohon dimaklumkan. Aku hanya bisa melakukan sebatas ini. Terima kasih indonesia,” kata dia.  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP