Netral English Netral Mandarin
14:11wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Inilah yang Digemari Warga Prancis dari Indonesia

Sabtu, 30-January-2021 23:20

Aromaterapi banyak disukai masyarakat Prancis.
Foto : Hellosehat
Aromaterapi banyak disukai masyarakat Prancis.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik kehadiran "Glarane" yang diluncurkan KJRI Marseille sebagai platform daring yang menghadirkan berbagai produk ekonomi kreatif khas tanah air, sehingga dapat menjadi sarana promosi yang baik bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, mengatakan platform yang dapat diakses melalui laman www.glarane.com ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai informasi dan produk Indonesia yang dipasarkan di Prancis. Glarane secara harfiah dan tradisional berarti bentangan untuk menjajakan berbagai produk untuk dijual.

“Makna ini yang mendasari tujuan platform, tidak hanya sebagai media untuk menampilkan produk, tetapi juga mendorong hubungan usaha dan jejaring seluas-luasnya yang saling mendukung,” kata Nia, dalam siaran persnya, Sabtu, (30/1/2021).

Platform yang bermotokan “Trouve l'Indonésie” (Temukan Indonesia) ini, lanjut Nia, memiliki 18 partisipan yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif asal Indonesia seperti kerajinan, batik, home decoration, aromatik, makanan serta restoran masakan Indonesia, usaha katering dan lain-lain.

“Bagi seniman Indonesia di Prancis, secara khusus juga telah disiapkan kolom tersendiri di dalam platform ini untuk memamerkan karyanya dan event secara virtual,” ujar Nia.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI untuk Marseille, Arief Muhammad Basalamah, menuturkan platform ini merupakan jawaban atas keprihatinan wirausaha produk Indonesia yang sejak pandemi COVID-19 terjadi di Prancis pada awal 2020 mengalami penurunan aktivitas dan pendapatan usaha secara signifikan.

“Platform ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi wirausaha produk Indonesia di Prancis, serta memperkuat dan memperluas jaringan, dan membuka kesempatan bagi wirausaha di Indonesia untuk bergabung, dalam rangka menjalin hubungan usaha dengan mitra dan calon mitranya di Prancis,” ujar Arief.

Arief menjelaskan, platform yang diluncurkan dalam webinar “Peluncuran Platform Promosi Produk Indonesia”, ini memiliki 18 kolom promosional dari pelaku ekonomi kreatif. Mereka yang telah bergabung dalam platform yang masih terus dikembangkan itu diharapkan mendapatkan kemudahan perluasan jaringan pasar karena produknya dapat diakses oleh mitra usaha dan konsumen.

Konten “Glarane” akan terus dikembangkan secara interaktif dari partisipasi anggotanya dan dapat diakses publik selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

“Konsep ini menarik perhatian para wirausahawan di Indonesia untuk bergabung dalam rangka mengembangkan usaha dan kemitraan hingga ke Prancis,” ucap Arief.

Arief juga mengajak agar para pelaku ekonomi kreatif Tanah Air yang belum bergabung dalam “Glarane” untuk ikut serta mendaftarkan diri ke platform ini. “Mari kita manfaatkan platform ini secara optimal untuk promosi produk dan aktivitas para pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” tutur Arief.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani