Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:49wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Inilah yang Dicari Warga Nigeria dari Indonesia

Kamis, 18-Maret-2021 15:50

Pupuk Batubara Saputra.
Foto : Petaniku
Pupuk Batubara Saputra.
15

JAKARATA, NETRALNEWS.COM -Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Saputra Global Harvest (SGH) dari Indonesia dengan MAAIC & MAAH dari Nigeria mengenai rencana produksi dan pemasaran pupuk batu bara Saputra Futura di Nigeria.

Dalam kerja sama ini, Indonesia mendapatkan royalti pemanfaatan teknologi Saputra dan Nigeria menjadi penyedia bahan baku batu bara.

“Kemendag sangat menyambut baik penandatanganan ini. Kami harap, selanjutnya, para perwakilan terus mendampingi dan menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, Kamis, (18/3/2021).

Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan optimis pupuk Saputra Futura yang akan diproduksi di Nigeria akan diterima dengan baik dan menjadi penentu perubahan dengan kualitas nutrisi yang tinggi, namun dengan harga yang lebih kompetitif. Selanjutnya akan dilakukan pembelian pupuk Saputra senilai USD 40 ribu oleh MAAIC & MAAH Ltd.

“Potensi kerja sama ini akan semakin terbuka di masa depan. Produksi pupuk Saputra Futura dengan menggunakan bahan baku batu bara Nigeria menghasilkan harga pupuk yang lebih kompetitif di Nigeria,” terang Hendro.

Secara umum, perkiraan kebutuhan pupuk Nigeria mencapai 1,8 juta ton per tahun untuk 3 juta hektare total luas lahan pertanian. Saat ini, sebanyak 80 persen pertanian di Nigeria.  Penandatanganan ini dilaksanakan secara virtual di Kedutaan Besar RI (KBRI) Abuja pada Senin (15/3). Turut menyaksikan penandatanganan tersebut yaitu Duta Besar RI untuk Nigeria Usra Hendra Harahap serta perwakilan pemerintah negara bagian Jigawa, bagian utara Nigeria.  Kerja sama PT SGH dan MAAIC & MAAH diawali sejak Februari 2021 melalui pengiriman sampel  pupuk yang diaplikasikan pada lahan pertanian padi dan sayuran di negara bagian Jigawa. Jika hasil panen yang diperkirakan pada Mei 2021 berlangsung baik, pupuk kimia (NPK) dan sisanya menggunakan pupuk urea. Penggunaan kedua jenis pupuk tersebut menyebabkan penurunan kualitas nuutrisi tanah di lahan pertanian Nigeria. 

Sedangkan, penggunaan pupuk batu bara tidak mengurangi kandungan nutrisi di dalam tanah. Dengan begitu, produk menggunakan pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas baik dengan waktu panen relatif lebih cepat.

Pendiri PT SGH Umar Hasan Saputra menerangkan, salah satu keunggulan produk pupuk batu bara Saputra adalah kemampuannya dalam mengembalikan 26 nutrisi ke dalam tanah. Pupuk yang diproduksinya pun telah dipatenkan di Amerika Serikat. PT SGH memiliki target jangka panjang untuk memproduksi hingga 600 ton pupuk per tahun bekerja sama dengan pabrik pupuk di Nigeria.

 “KBRI Abuja bersama ITPC Lagos akan melakukan pendekatan secara kontinu kepada pengguna pupuk dan instansi pemerintah  Nigeria dalam mempromosikan pupuk Saputra Futura. Hal ini mengingat produk tersebut merupakan inovasi bagi pengembangan sektor pertanian berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Hendro

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani