Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:02wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Disinyalir Bisa Memperbesar Mr P, Inilah Manfaat Daun Bungkus Papua

Rabu, 20-January-2021 12:45

Daun Bungkus Papua.
Foto : Medium
Daun Bungkus Papua.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sesekali berkunjunglah ke Papua, dan seringkali teman-teman pria minta dibawakan oleh-oleh Daun Bungkus Papua. Mengapa harus Daun Bungkus Papua dan bukan Koteka sebagai kenang-kenangan?

Konon disinyalir Daun Bungkus Papua ini memiliki banyak mana bagi pria. Daun ini sudah lama terkenal di wilayah Timur Indonesia, tepatnya di Papua. Bentuknya mirip daun sirih. Reaksi yang diberikan dari daun bungkus ini terbilang cepat. Meski ada sensasi gatal dan panas yang dirasakan.

Dilansir dari berbagai sumber, termasuk dari laman jubi.co.id, berbagai cara pun dilakukan untuk memperbesar penis. Jika dulu terapi Mak Erot dari Sukabumi dan sekarang dilanjutkan cucunya begitu terkenal, belakangan ada alternatif lain untuk membesarkan alat kelamin pria. Efeknya bahkan instan dan permanen. Tanpa pantangan macam-macam pula.

Ada dua cara menggunakannya. Pertama, daun dikerik bagian atasnya, kemudian diolesi minyak kelapa dan dibungkuskan ke Mr P. Cara yang kedua adalah dibuat semacam ramuan. Beberapa helai daun ditumbuk dan dicampur air. Kemudian dioleskan. Kedua metode ini relatif sama efeknya.Walaupun efeknya instan, terapi daun bungkus tidak bisa dilakukan hanya sekali saja untuk mendapatkan perubahan ukuran penis yang diinginkan.

Baca Juga :

Beberapa penjual ramuan daun bungkus yang banyak menawarkan dagangannya via online memberikan tips, untuk tahap awal terapi dilakukan secara berkala. Setiap 2 hari, dan tidak perlu tiap hari.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dan permanen, terapi ini harus dilakukan dalam beberapa kali. Hasil pada tiap orang bergantung kondisi mereka masing-masing. Jika sudah mendapatkan hasil yang diinginkan, menurut beberapa orang, terapi daun bungkus cukup dilakukan dalam beberapa bulan sekali.

Apa efek negatif dari terapi daun bungkus? Sejauh ini, belum ada yang menelitinya secara ilmiah. Kalangan medis memang belum melakukan penelitian khusus. Namun sejumlah kalangan meyakini terapi ini aman karena tidak melibatkan bahan-bahan kimia.

Meski begitu, setiap pilihan pasti ada risikonya. Seksolog Dr Boyke Dian Nugroho pernah mengingatkan, terapi daun bungkus berbahaya jika cara penggunaan

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani