Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:42wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Inilah Destinasi Wisata Sekitaran Borobudur

Minggu, 04-April-2021 22:00

Candi Borobudur masih jadi magnet wisatawan.
Foto : Kemenparekraf
Candi Borobudur masih jadi magnet wisatawan.
9

MAGELANG, NETRALNEWS.COM - Magelang bukan hanya punya Candi Borobudur, tapi juga tempat yang asyik untuk dikunjungi sekitar tempat wisata tersebut.

Di Kulonprogo misalnya banyak tempat menarik yang bisa Anda kunjungi. Sebut saja ada Kalibiru yang terletak di Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki spot foto unik.

Dari atas Kalibiru ini, Anda bisa menikmati langsung keindahan Perbukitan Menoreh dan Waduk Sermo.Kemudian ada Air Terjun Perawan. Terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samiguluh, Kabupaten Kulon Progo.Dinamakan “perawan” karena konon, air terjun ini belum pernah terjamah oleh para wisatawan asing maupun lokal. Jadi, keasrian air terjun masih terjaga dengan baik.Selanjutnya ada Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo.Puncak Suroloyo ini mengisahkan legenda Jawa, yaitu tentang peristiwa saat Sultan Agung Hanyokrokusumo mendapat wangsit sebelum menjadi penguasa tanah Jawa.

Dalam kegiatan bertajuk "Netas" (Nemuin Komunitas), Menparekraf Sandiaga berdialog dengan 23 perwakilan komunitas parekraf di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dalam diskusi tersebut, Menparekraf mengajak komunitas sebagai salah satu unsur pentahelix dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi.

Terutama dalam menghadirkan destinasi-destinasi baru yang bisa menarik minat wisatawan sehingga berkembang daerah-daerah penyangga bagi Destinasi Super Prioritas Borobudur.

"Borobudur akan tetap menjadi ikon, tapi kita harapkan ada beberapa tempat yang menjadi episentrum-episentrum dalam skala kecil dan sedang yang bisa menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya di Kulonprogo ini yang memiliki banyak sekali potensi pariwisata berbasis alam dan budaya," kata Menparekraf Sandiaga Uno, Sabtu, (3/4/2021).

Kehadiran daerah penyangga ini dinilai sangat penting karena pemerintah sebelumnya telah menetapkan bahwa pengembangan DSP Borobudur akan tetap memperhatikan keutuhan dan kelestarian Candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia.

Masalah utama yang terjadi pada Candi Borobudur saat ini adalah tekanan besar terhadap strukturnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan wisatawan candi, yang mencapai 8.000 orang perhari pada 2019. Sementara, hasil studi Balai Konservasi Borobudur menunjukkan bahwa idealnya Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung setiap harinya.

Hal ini diwujudkan dengan mengimplementasikan konsep pariwisata berkualitas, mulai dari aspek aksesibilitas dan konektivitas, amenitas, atraksi, dan ancillary. Termasuk menggali narasi yang dapat dikembangkan atas satu destinasi sehingga dapat memperkuat daya tarik.

"Di sinilah peran dari komunitas untuk berinovasi dan berkolaborasi dengan pemerintah. Secara totalitas kami akan memastikan bahwa DSP Borobudur siap menyambut pariwisata era baru pascapandemi," kata Sandiaga.

"Kita bisa bangun narasi yang kuat. Selain keindahan alam, tapi juga keramahan masyarakat dan kearifan lokal tentunya," kata Sandiaga.

Hal senada dikatakan Bupati Kulonprogo, Sutedjo. Kulonprogo sebagai daerah yang telah ditetapkan sebagai penyangga pengembangan KSPN Borobudur dikatakannya memiliki potensi yang kuat dalam pengembangan daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kulonprogo merupakan daerah dengan potensi yang lengkap. Memiliki pantai sepanjang 24 kilometer, pegunungan indah, juga perbukitan dengan lanskap persawahan di bawahnya. Kekayaan budaya juga tinggi, karenanya sangat layak Kulonprogo menjadi daerah penyangga Borobudur," kata Sutedjo.

Saat ini pihaknya tengah meningkatkan infrastruktur yakni berupa jalan penghubung dari Yogyakarta International Airport ke arah KSPN Borobudur melalui punggung Bukit Menoreh.

"Kami ikut mendorong agar potensi-potensi ini dapat dikembangkan oleh komunitas, pokdarwis sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," ujar Sutedjo.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani