Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:43wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Ini yang Harus Dilakukan Bila Alami Alergi Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Rabu, 03-Februari-2021 13:33

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban
Foto : Istimewa
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengaku, banyak yang bertanya terkait langkah yang harus dilakukan ketika mengalami reaksi alergi setelah disuntik vaksin Covid-19.

Pertama-tama, jika Anda mengalami reaksi alergi kategori parah usai divaksin, maka, segera dapatkan perawatan medis dan jangan ditunda-tunda.

Lantas apa defisini orang yang alami reaksi alergi parah? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC punya batasannya. Yaitu jika seseorang memerlukan pengobatan dengan Epinephrine atau harus dibawa ke rumah sakit. 

"Epinephrine adalah obat yang digunakan dalam keadaan gawat darurat untuk mengobati reaksi alergi berat. Biasanya obat ini dipakai untuk alergi parah akibat sengatan serangga, makanan, obat-obatan maupun zat lain," jelas dia, Rabu (3/2/2021).

Lalu, apa rekomendasi untuk orang yang alami reaksi alergi parah pada vaksin dosis pertama?

Jawabannya Anda tidak boleh mendapatkan dosis yang kedua. Ini berlaku bagi orang yang alami alergi usai disuntik vaksin mRNA Covid-19.

"Yang jelas, tak seperti vaksin lain kayak Sinovac, yang memasukkan virus tidak aktif ke tubuh manusia. Vaksin mRNA membuat sel tubuh memproduksi protein yang memicu respons imun. Imun ini akan menghasilkan antibodi yang melindungi tubuh," jelas dia.

Contoh darivaksin mRNA adalah Pfizer dan Moderna. Kemudian, bagaimana kalau alergi akibat vaksin seperti Sinovac, yang metodenya adalah inactivated virus atau virus tidak aktif?.

Dalam hal ini, CDC menyarankan, silakan tanya pada dokter, apakah bisa mendapat vaksin untuk dosis kedua. Nanti dilihat seberapa parah alerginya.

"Di Turki, tempat vaksin Sinovac digunakan, terdapat kasus alergi yang dialami petugas kesehatan," kata dia.

Petugas ini alergi terhadap penisilin dan mengalami serangan anafilaksis 15 menit setelah disuntik Sinovac. Tetapi petugas itu kemudian pulih setelah mendapat perawatan cepat.

Prinsipnya, semua orang yang akan mendapatkan vaksin jenis apapun harus dipantau di tempat. Setidaknya dipantau selama 15 menit.

Sementara, untuk orang dengan alergi, harus diamati setidaknya selama 30 menit selesai disuntik. Ini untuk berjaga adanya kemungkinan alergi parah.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli