Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:16wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Ini Sosok Pete Buttigieg Menteri Pertama di Kabinet Biden yang Mengaku Gay

Minggu, 24-January-2021 17:15

Pete Buttigieg
Foto : Istimewa
Pete Buttigieg
7

WASHINGTON, NETRALNEWS.COM  - Presiden terpilih Amerika Serikat Jie Biden mengangkat Pete Buttigieg sebagai Menteri transportasi

Buttigieg merupakan anggota kabinet AS pertama dengan status gay (LGBTQ). 

Yang menarik, Buttigieg menjadi menteri pertama dalam kabinet Biden yang mengakui secara terbuka bahwa dia gay.

Buttigieg tak segan mengonfirmasi pilihannya tersebut di depan para senat saat memperkenalkan dirinya.

Dalam video yang dirilis ABC News pada twitter, pada Kamis (21/1/2021), Buttigieg memberikan ucapan terima kasih kepada Joe Biden karena memberikan kepercayaan pada dirinya sebagai menteri transportasi. Ia juga memperkenalkan suaminya di depan 26 anggota senar yang hadir.

"Saya juga ingin menggunakan momen ini untuk memperkenalkan suami saya Chasten, Saya ingin mengucapkan terima kasih kepadanya atas pengorbanan dan dukungannya yang membuat ini menjadi mungkin bagi saya untuk melakukan layanan publik ini," kata Buttigieg.

Dilansir dari AFP, Minggu (24/1/2021), Buttigieg yang merupakan lulusan Harvard dan Oxford adalah orang gay pertama yang secara terbuka meluncurkan kampanye kepresidenan besar-besaran di Amerika Serikat.

Buttigieg merupakan mantan Wali kota South Bend, Indiana, yang berusia 38 tahun itu pernah mencalonkan diri dalam nominasi calon presiden (capres) dari Partai Demokrat.

Dia kemudian menghentikan kampanyenya pada Maret dan akhirnya mendukung Biden.

Dia bersaing dengan beberapa calon seperti Biden, Harris, Senator Vermont Bernie Sanders dan calon Demokrat lainnya sebelum akhirnya pendukung Biden.

Biden dengan gamblang memperkenalkan Buttigieg sebagai anggota kabinet termuda dan gay pertama yang ada di kabinetnya.

"Dan hari ini yang kesembilan, calon gay pertama yang secara terbuka memimpin departemen kabinet dan adalah salah satu anggota kabinet termuda," kata Biden saat memperkenalkan Buttigieg.

Ia juga pernah menangguhkan tugasnya sebagai wali kota untuk menjadi perwira intelijen Angkatan Laut AS di Afghanistan.

Dalam jajak pendapat di depan para senat, Buttigieg mendukung kebijakan iklim Biden untuk memperluas energi hijau dan membangun stasiun pembangkit listrik mobil akan lebih dari mengimbangi lapangan kerja yang melanda.

"Saya yakin visi iklim presiden akan menciptakan lebih banyak pekerjaan daripada jumlah yang terkena dampak Keystone," kata Buttigieg.

LGBTQ di AS

Buttigieg merupakan anggota kabinet pertama dalam sejarah politik AS yang mengakui dirinya sebagai anggota LGBTQ.

Pria berusia 39 tahun itu menikah dengan suaminya yang bernama Chaster, seorang guru dan penulis. Buttigieg melamar sang suami di sebuah bandara di Chicago.

"Jangan biarkan siapa pun memberitahumu bahwa O'Hare tidak romantis," sindirnya.

Dalam artikel yang dimuat di Washington Blade, majalah LGBT, pada 17 Desember 2020 menyebut Buttigieg mendapatkan kehormatan sebagai LGBTQ pertama saat namanya disebut Biden sebagai calon menteri perhubungan.

"Pete Buttigieg akan dicalonkan sebagai Menteri Perhubungan, tergantung konfirmasi Senat," kata Mantan Duta Besar AS untuk Luksemburg Jim Hormel.

"Setelah persetujuannya dia akan melayani dengan wewenang penuh atas keinginan presiden. Dia akan menjadi anggota kabinet LGBT pertama yang memperkenalkan dirinya secara terbuka. Penunjukannya, jika disetujui, akan menjadi tonggak sejarah," lanjutnya.

Pilihan Biden pada Buttigieg dipuji oleh Kampanye Hak Asasi Manusia (HRC), yang bulan lalu mendesak presiden terpilih untuk menunjuk orang-orang LGBTQ ke posisi senior dalam pemerintahannya.

"Suaranya sebagai pendukung komunitas LGBTQ di ruang Kabinet akan membantu Presiden terpilih Biden membangun kembali bangsa kita lebih baik, lebih kuat, dan lebih setara dari sebelumnya, "kata Alphonso David, presiden HRC, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut. 

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati